Benarkah Mata Sipit Bisa Mengindikasikan Berbagai Penyakit?

Apr 11, 2019 12:00 PM

Orang keturunan Asia Timur biasanya punya mata yang sipit. Pada orang bermata sipit, sudut mata yang dekat dengan hidung dapat tertutup oleh kulit dari kelopak mata bagian atas. Kulit yang menutup ini disebut dengan lipatan epikantus. Kondisi ini normal pada orang keturunan Asia.

Tetapi, jika kamu bukan termasuk keturunan orang-orang yang bermata sipit, mata sipit kamu dapat menjadi indikasi penyakit tertentu. Terutama jika mata sipit disertai gangguan penglihatan atau kesulitan menggerakkan mata. Berikut adalah penyakit mata yang mungkin diidap orang bermata sipit.

Sindrom alkohol pada janin (fetal alcohol)

Sindrom alkohol pada janin adalah gangguan pada tumbuh kembang pada bayi yang terjadi jika sang ibu mengonsumsi minuman beralkohol saat hamil. Efek minuman keras dapat berlipat ganda pada janin dibandingkan pada ibunya.

Bayi dengan sindrom ini umumnya memiliki mata sipit dengan lipatan kulit atas mata yang besar, rahang atas kecil, kepala kecil, dan bibir atas yang lebih tipis. Koordinasi anggota tubuhnya buruk dan massa ototnya menyusut. Pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan sindrom ini cenderung lambat, baik ketika masih berada di dalam kandungan, maupun setelah lahir. Bayi dengan sindrom alkohol juga dapat menderita kelainan bawaan pada organ tubuhnya, termasuk jantung, ginjal, tulang, dan telinga.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Bayam Sangat Dianjurkan Dikonsumsi Ibu Hamil

Sindrom Down

Sindrom Down adalah kondisi genetik di mana seorang anak dilahirkan dengan kelebihan kromosom ke- 21. Sindrom ini menyebabkan keterlambatan perkembangan fisik dan mental.

Sindrom Down termasuk kondisi yang paling umum menyebabkan mata tampak sipit. Anak dengan sindrom Down sering memiliki lipatan epikantus di sudut bagian dalam mata. Maka, mata terlihat sipit atau miring ke atas. Selain itu, saat lahir, bayi dengan sindrom Down biasanya memiliki tanda seperti wajah yang datar, kepala dan telinga berukuran kecil, dan leher yang pendek.

Sindrom down

Source infograph.venngage.com

Anak dengan sindrom Down sering memiliki lipatan epikantus di sudut bagian dalam mata. 


Mikroftalmia

Mikroftalmia adalah gangguan perkembangan mata yang terjadi sejak janin. Penyakit ini membuat kedua atau salah satu mata menjadi berukuran kecil. Selain berukuran kecil, biasanya mata memiliki anatomi (struktur) yang juga tidak normal. Penderita dapat mengalami kebutaan. Kondisi ini diduga terjadi karena bayi mengalami infeksi atau paparan zat beracun saat berada di dalam kandungan. Pada beberapa kasus, mikroftalmia terkait dengan sindrom alkohol pada janin (fetal alcohol syndrome). Mikroftalmia juga dapat disebabkan oleh kelainan genetik.

Baca Juga: Aneh Tapi Nyata: Pria Juga Bisa Menyusui

Myasthenia gravis (MG)

Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun yang menyerang jaringan saraf dan otot sehingga menyebabkan otot rangka tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada transmisi sinyal saraf terhadap serabut otot. Salah satu tanda klinis MG adalah kelopak mata yang turun sehingga mata tampak sipit. Penderita juga dapat sulit mengangkat benda ataupun berjalan, sulit bicara, sulit menelan dan mengunyah, sering kelelahan, hingga mengalami penglihatan ganda.


Myasthenia gravis (MG)

Source nhs.uk

Salah satu tanda klinis MG adalah kelopak mata yang turun sehingga mata tampak sipit.


Oftalmoplegia

Oftalmoplegia adalah kondisi kelemahan atau kelumpuhan otot mata. Penderita penyakit ini sulit mengarahkan penglihatan ataupun menggerakkan kelopak matanya sehingga mata menjadi tampak sipit. Otot-otot organ lain pada tubuh penderita juga dapat menjadi lemah. Kondisi ini bisa bersifat diturunkan (genetik) ataupun muncul karena faktor penyebab lain, seperti stroke, tumor otak, cedera kepala berat, migrain, penyakit tiroid, atau infeksi.

Baca Juga: Sejarah Bahaya Gelombang Elektromagnetik

Nanophthalmos

Nanophthalmos adalah kondisi di mana ukuran mata sangat kecil oleh karena adanya kelainan genetik langka yang menyebabkan gangguan pada perkembangan mata. Kata ’nano’ sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti ’kecil’. Berbeda dengan kondisi mikroftalmia yang mengalami kelainan struktural, kondisi nanoftalmos biasanya tidak mengalami kelainan struktur.