Benarkah Masuk Angin Akibat Kemasukan Angin?

March 5, 2019 1:00 PM


Apa itu masuk angin?Ilustrasi seseorang yang sedang terserang flu
Sumber foto: Pixabay
"Wah kamu masuk angin berat nih. Merah banget!" ucap sang pengerok.

Anda pernah masuk angin lalu minta dikerokin?

Bukan orang Indonesia rasanya kalau tidak pernah merasakan masuk angin. Badan terasa tidak enak, meriang, kembung, demam, pusing, mual dan lain sebagainya. Biasanya diatasi dengan kerokan atau minum yang hangat-hangat.

Banyak yang bilang, kita masuk angin karena tubuh secara harfiah kemasukan angin atau kedinginan. Misalnya saja, karena naik motor tidak pakai jaket, tidur terpapar kipas angin, setelah kehujanan dan lain-lain. Makanya angin harus dikeluarkan lewat kulit lewat kerokan.

Hmm, tapi benarkah begitu menurut dokter?

Istilah "masuk angin" ternyata cuma ada di Indonesia. Tidak ada yang namanya penyakit masuk angin apalagi "enter wind" dalam dunia medis. Ilmu kedokteran pun sama sekali tidak mengenalnya.

Lalu apa dong masuk angin itu?

Merujuk berbagai website informasi medis di internet, masuk angin sekedar istilah percakapan masyarakat Indonesia untuk menyebut berbagai gejala tidak enak badan yang kita rasakan tadi. Sedangkan secara medis, bukan merupakan suatu penyakit tertentu.

Secara medis, yang kita sebut sebagai penyakit "masuk angin" tersebut sebenarnya merupakan gejala-gejala dari kemungkinan penyakit tertentu.

Lalu apa penyebab masuk angin dong kalau bukan kemasukan angin?

Berbagai sumber medis menyebutkan bahwa, kondisi yang disebut masuk angin itu bisa jadi disebabkan oleh berbagai hal misalnya flu, radang saluran napas, kembung, hingga asam lambung naik. Kelelahan pun umum bisa jadi salah satu penyebabnya.

Jadi, selalu jaga kesehatan ya, guys! Jangan lupa makan dan istirahat yang cukup biar tidak mudah jatuh sakit. Dan jika terasa sangat mengganggu, segera periksakan ke dokter supaya aman dan jelas.

Jangan cuma kerokan, karena sebenarnya belum ada bukti ilmiah kerokan dapat menyembuhkan. Kerokan hanya memberikan sensasi rasa hangat akibat pecahnya pembuluh darah kapiler dan minyak yang hangat saat digunakan. Oleh sebab itu, badan kita jadi merasa rileks, sama seperti yang dirasakan saat dipijat.

(hrd/ruw)