Benarkah "Tajamnya" Lidah Mertua Bisa Atasi Polusi Udara?

Jul 31, 2019 4:00 AM

Jakarta baru saja menduduki peringkat pertama, Selasa (30/7) kemarin, sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia dengan angka Air Quality Index (AQI) mencapai 189. Dengan kata lain, polusi udara di Jakarta sudah sangat keterlaluan. 

Meskipun kondisinya tidak separah Jakarta, sebenarnya masalah polusi udara tidak hanya terjadi di Ibukota saja, di kota-kota besar di Indonesia pun hal ini kerap terjadi. Tentu saja buruknya kualitas udara ini akan membuat kondisi kesehatan kita pun menjadi lebih buruk. 

Baca Juga: Tahun 2019, Kadar CO2 di Bumi Catat Rekor Tertinggi Dalam Sejarah

Kembali ke Jakarta, ada banyak solusi yang ditawarkan untuk mengatasi, atau minimalnya mengurangi dampak buruk dari polusi udara ini, salah satunya dengan memelihara tanaman Sansevieria trifasciata, atau yang dikenal juga dengan nama Lidah Mertua. 

Benarkah Lidah Mertua Bisa Atasi Polusi Udara? 


Bentuk Tanaman Lidah Mertua Dalam PotSource: Kumparan
Bentuk Tanaman Lidah Mertua Dalam Pot

Tanaman lidah mertua sendiri sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi penduduk Indonesia. Di beberapa tempat, tanaman ini dikenal juga dengan nama pohon ular atau tusuk gigi gajah. Biasanya, tanaman ini dijadikan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah.

Terkait kemampuannya dalam mengatasi polusi udara, penelitian yang dilakukan National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika, yang dirilis pada 1999, menyebut jika lidah mertua mampu menyerap lebih dari 107 polutan berbahaya.

Beberapa polutan berbahaya yang mampu ditangkap oleh tanaman ini adalah, karbon monoksida (CO), formaldehid, benzene, xylene, dan toluene. Semua polutan tersebut bersifat karsinogen, alias meningkatkan risiko kanker. 


Polusi udara di tengah kotaSource: Harian Nasional
Polusi Udara di Tengah kota

Selain itu, tanaman ini pun diketahui mampu melakukan jenis fotosintesis Crassulacean Acid Metabolism (CAM), sehingga lidah mertua dipercaya mampu mengurangi kadar CO2, dan meningkatkan kualitas oksigen, tanpa batas waktu (bahkan di malam hari). 

Konon katanya, NASA menggunakan tanaman ini untuk penyaring dan membersihkan udara di stasiun angkasa luar. Mereka menyarankan agar kamu menempatkan 15-18 tanaman lidah mertua dalam wadah berdiameter 6-8 inci, untuk setiap 1.800 kaki persegi ruangan.

Baca Juga: Tahukah Kamu? Sepanjang Maret 2019, 2 Paus Mati Karena Sampah

Tidak hanya NASA, Naresuan University, Thailand, pernah melakukan penelitian terkait keampuhan lidah mertua. Mereka menemukan kadar CO2 menurun drastis dalam 5 hari di ruangan sebesar 165 meter kubik, dengan hanya menggunakan 4-5 tanaman lidah mertua dengan tinggi 60-80 cm. 

Di Thailand dan beberapa negara lainnya, seperti Jepang dan Korea, tanaman lidah mertua sedang dikembangkan untuk dijadikan sebagai salah satu solusi mencegah terjadinya kanker. 

Bukan Untuk Polusi di Ruang Terbuka


Taman Kota Lebih Baik Atasi PolusiSource Brilio
Taman Kota Lebih Baik Atasi Polusi

Meskipun punya kemampuan yang luar biasa, dilansir dalam CNN, Dono Widiatmoko, pakar kesehatan lingkungan dari University of Derby Inggris, menjelaskan jika tanaman lidah mertua hanya efektif untuk menangani polusi dalam ruangan. 

Artinya, jika digunakan untuk membersihkan udara dalam rumah, lidah mertua bisa sangat membantu. Namun, kalau untuk mengatasi polusi dalam jumlah besar, dan terjadi di luar ruangan (ruang terbuka), tentu saja tanaman ini kurang efektif. 

Baca Juga: Mikroba Punya Andil Kurangi Sampah Plastik di Lautan

Bagaimanapun juga, dibutuhkan tanaman yang lebih besar dan lebih banyak untuk mengatasi polusi di ruang terbuka. Membuat lebih banyak taman kota (ruang terbuka hijau), trotoar yang dipenuhi dengan pohon-pohon besar, dan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, bisa jadi solusi terbaik.

Jadi kesimpulannya, kamu boleh memelihara tanaman lidah mertua agar kualitas udara di rumahmu jadi lebih baik.  Tapi kalau berharap tanaman ini bisa mengatasi polusi di Kota tempat tinggalmu, mendingan segera bangun karena kamu sedang “mimpi”. Semoga bermanfaat!