Benarkah Berat Badan Ideal Terpengaruh Usia? Ini Penjelasannya

Sep 2, 2019 9:00 AM

Pernahkah kamu merasa sejak berusia sekian badan jadi lebih gampang melar padahal sudah menerapkan pola makan sehat dibanding ketika masih remaja? Seiring bertambahnya usia, tidak jarang orang mengalami hal seperti itu, mempertahankan berat badan ideal.  Apakah hal ini memang ada hubungannya dengan usia? Kok bisa pertambahan umur memengaruhi berat badan?

Memang benar, usia bisa menjadi penghalang seseorang untuk mendapatkan berat badan ideal. Ternyata semakin tua maka angka timbangan semakin berubah, bisa naik atau bisa turun. Untuk diketahui, pada dasarnya tubuh manusia terdiri dari lemak, jaringan ikat seperti otot, tulang, dan air. Lalu setelah menginjak usia 30 tahun maka tubuh mulai kehilangan jaringan ikat sehingga otot mengendur.


http://www.shutterstock.com/ Berat Badan Terpengaruh Usiahttp://www.shutterstock.com/
Berat Badan Terpengaruh Usia

Selain itu, usia yang bertambah tua membuat kandungan mineral pada tulang manusia berkurang sehingga tulang menjadi kurang padat. Sementara itu, proses penuaan juga terjadi di dalam tubuh dengan menurunnya lemak di bawah lapisan kulit. Tapi lemak perut (viseral) justru meningkat. Padahal lemak perut tidak baik karena meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke hingga kematian.

Tanpa disadari, berat badan seseorang akan bertambah sampai 1 kg setiap tahunnya sehingga makin mudah kegemukan. Menurut seorang dokter ahli obesitas, Craig Primack, orang yang berusia 40-59 tahun lebih rentan terkena obesitas. Justru yang sudah berusia 60 tahun ke atas cenderung menyusut. Beberapa penyebab yang membuat seseorang yang sudah berumur kesulitan mencapai berat badan ideal antara lain:

Baca juga: Penyebab Umum Lansia Mengalami Malnutrisi

Semakin Tua Massa Otot Semakin Berkurang


http://www.livelaw.com/ Semakin tua massa otot semakin berkuranghttp://www.livelaw.com/
Massa otot berkurang

Tahukah kamu? Massa otot akan menurun 3-8 persen per dekadenya setelah berusia 30 tahun. Sehingga memungkinkan mengalami sarkopenia, yaitu kondisi menurunnya massa otot seiring dengan bertambahnya usia akibat bentrokan antara sinyal anabolisme dan katabolisme. Bentrokan tersebut menyebabkan sel otot hancur daripada membangun sel baru.

Alhasil tubuh juga akan mengurangi kebutuhan kalorinya jika massa otot berkurang. Itu sebabnya ketika masih muda cenderung mudah gemuk karena mengonsumsi makanan tinggi kalori pada massa otot untuk membakar kalori jadi lebih sedikit. Apalagi jika kondisi tersebut disertai dengan kurangnya kegiatan aktif, seperti berolahraga. Masalahnya memang di usia yang bertambah maka akan dibarengi penyakit yang membatasi pergerakan, seperti radang sendi atau rematik.

Baca juga: Suka Konsumsi Gorengan? Waspadai Penyakit Jantung!

Proses Metabolisme Semakin Lambat


http://www.idntimes.com/ Proses metabolisme semakin lambathttp://www.idntimes.com/
Metabolisme semakin lambat

Faktor utama sulitnya mendapatkan berat badan ideal karena proses metabolisme yang melambat pada orang yang sudah berumur. Itu tidak terlepas dari berkurangnya massa otot yang membuat metabolisme melambat. Jika kamu memiliki lebih banyak lemak dibandingkan otot, maka kondisi tersebut dapat mengurangi pembakaran kalori. 

Kurang aktif karena usia juga bisa semakin memperlambat metabolisme. Namun, juga ada berbagai penyebab lain, seperti bentuk badan, jenis kelamin, dan penyakit hipotiroid.

Baca juga: Pria Wajib Tahu! Ini 5 Makanan Yang Membuat Hormon Testosteron Menurun

Mengalami Perubahan Hormon


http://www.saglikekrani.tv/ Mengalami perubahan hormonhttp://www.saglikekrani.tv/
Perubahan hormon

Sebagai bagian dari proses penuaan, perubahan hormon pasti terjadi pada kebanyakan orang. Proses ini paling banyak terjadi pada mereka menginjak usia paruh baya. Pada wanita berusia 45-55 tahun menjadi masa-masa ketika mereka mulai mengalami menopause. Kondisi itu menyebabkan produksi estrogen menurun drastis dan berpotensi menimbun lemak di perut.

Perubahan hormon juga berdampak pada mood wanita yang dapat membuat mereka kesulitan menjaga pola makan. Itu sebabnya tidak jarang berat badan akan bertambah hingga 2 kg ketika masa perimenopause dan menopause berlangsung.

Sedangkan pada pria akan terpengaruh perubahan hormon testosteron yang berdampak pada sirkulasi lemak dan massa otot. Alhasil berat badan sulit dikendalikan pada pria tua karena tubuhnya sulit membakar kalori akibat menurunnya produksi testoteron.