Bayi Kembar Irish Bella Meninggal Akibat ISK? Ini Bahaya dan Pencegahannya!

Oct 7, 2019 5:10 AM

Kabar duka datang dari pasangan sinetron Irish Bella dan Ammar Zoni, keduanya baru saja kehilangan bayi kembar mereka yang meninggal di dalam kandungan, Minggu (6/10) malam. Jenazah bayi kembar yang berjenis kelamin wanita itu langsung dimakamkan Ammar Zoni di TPU Kalimulya 1 Depok, Jawa Barat pada Minggu malam. Dituturkan sang ayah, Suhendri Zoni, bayi kembar Irish Bella dan Ammar Zoni sudah memiliki nama, yaitu Ayura binti Akbar dan Ayuna Khadijah binti Akbar. 

Kondisi Irish Bella sendiri masih dalam masa pemulihan di rumah sakit pasca oprasi cesar yang dilaluinya. Sebelum keguguran di usia kandungan 26 minggu, Irish Bella memang sempat mengalami gangguan kehamilan. Dirinya sempat masuk rumah sakit karena mengalami pendarahan pada September lalu. 


Ammar Zoni saat mengubur bayi kembarnyaSource: Instagram/laylayord12
Ammar Zoni saat mengubur bayi kembarnya

Masih belum pasti apa penyebab meninggalnya, namun jika melihat beberapa informasi yang terkait, semua mengacu pada masalah Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang dialami Irish Bella. Informasi mengenai ISK yang dialami Irish Bella, diutarakan Ammar Zoni melalui akun Youtube-nya pada September lalu. 

"Terjadi indikasi infeksi di saluran kemih, tapi Alhamdulillah tidak masalah. Jadi baru indikasi, karena penanganan dari dokter yang cepat," tutur Ammar Zoni. 

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Bayam Sangat Dianjurkan Dikonsumsi Ibu Hamil

ISK Rentan Pada Ibu Hamil


ISK sebabkan keguguran irsih bellaSource: Pixabay/Mohamed Hassan 
ISK rentan pada ibu hamil

Menurut informasi dari beberapa sumber yang dikutip penulis, ISK memang infeksi yang rentan dialami pada ibu hamil. ISK merupakan infeksi bakteri yang menyerang salurah kemih dan organ di sekitarnya. Infeksi ini terjadi akibat bakteri Escheria coli atau bakteri dari spesies lain yang berasal dari luar tubuh, kemudian masuk melalui saluran kencing yang mencapai bagian uretra. ISK menyerang bagian tertentu dari sistem saluran kencing, yaitu ginjal, ureter, dan kandung kencing. 

Menurut dr. Neni yang dikutip dari laman The Asian Parent, ibu hamil memang lebih rentan menderita infeksi saluran kemih. Adanya tekanan rahim pada sistem kemih saat kehamilan dapat menggangu aliran alami urin yang dapat memicu munculnya ISK. Menurutnya, 10% ibu hamil berisiko mengalami ISK. 

Jika tidak segara diatasi, ISK memang bisa berbahaya. Risiko ISK bisa menimbulkan infeksi pada ginjal dan berujung sebabkan bayi lahir prematur. Hal itu karena selama peradangan terjadi, sistem imun akan terus menghasilkan senyawa prostaglandin. Senyawa prostaglandin yang terlalu tinggi di dalam tubuh dapat membuat rahim berkontraksi kuat. Kontraksi tersebut dapat memicu proses persalinan dimulai sebelum waktunya.

Baca Juga: Apakah Boleh Mengonsumsi Mie Instan Saat Hamil?

Gejala dan Pencegahan ISK 


penyabab isk yang sebabkan irish keguguranSource: Pixaby/LJNovaScotia
Penyebab ISK

Untuk gejala ISK pada ibu hamil umumnya sering buang air kecil, nyeri saat kencing, sensasi terbakar atau kram di punggung bagian bawah atau perut di bagian bawah, air seni keruh dan berbau, demam (menggigil dan berkeringat), mual-muntah, dan sakit punggung. Jika merasakan gejala tersebut, sebaiknya segera ke dokter untuk dilakukan tes urin. 

Baca Juga: Mitos Atau Fakta: Berhubungan Intim Saat Menstruasi Tidak Akan Hamil

ISK bisa dicegah dan diatasi kok. Caranya dengan perbanyak minum air, penuhi asupan gizi, jangan suka menahan buang air kecil, serta jaga kebersihan saluran kencing. Jangan membersihkan kelamin dari belakang ke depan, dan hindari berhubungan seks terlalu sering pada masa kehamilan. 

Berhubungan seks boleh-boleh saja, namun perlu diketahui juga bahwa berhubungan seks agak rentan terkena ISK karena penestrasi memungkinkan bakteri di dekat vagina terdorong dan berpindah ke dalam uretra. Maka, penting untuk buang air kecil sebelum dan sesudah berhubungan seks agar tidak ada bakteri yang tertinggal di area intim. Beberapa faktor risiko terkena ISK pada ibu hamil lainnya ialah: 

1. Pernah beberapa kali kena ISK (ISK berulang)

2. Punya diabetes gestasional

3. Kegemukan atau obesitas

4. Punya anemia sel sabit

5. Pernah operasi saluran kemih sebelumnya

6. Mengalami kerusakan pada saraf yang mengendalikan kandung kemih (penyakit Parkinson, multiple sclerosis atau cedera fisik).