Waspada! Ini Bahaya Tersembunyi dari Kebiasaan Kerokan yang Wajib Kamu Tahu

May 2, 2019 5:00 AM

"Duh masuk angin nih!" Masuk angin menjadi hal yang umum terjadi di Indonesia. Kerokan menjadi solusi yang banyak dilakukan. Kamu wajib mengetahui bahaya jika melakukan kerokan ya!

Indonesia dikenal dengan gaya pengobatan tradisionalnya, mulai dari obat – obatan yang diciptakan dari tumbuhan hingga banyak hal yang dilakukan di badan demi mendapatkan kesembuhan. Pijat juga menjadi salah satu gerakan pengobatan yang biasa dilakukan di Indonesia. Pastinya banyak orang yang senang dipijat untuk mengurangi pegal-pegal dan tidak enak badan. Selain memijat biasanya orang Indonesia juga sangat suka untuk melakukan kerokan.

Pengobatan yang satu ini diyakini hanya ada di Indonesia yakni bagaimana tubuh yang digesekan dengan sesuatu yang keras dan menghasilkan warna merah hingga hitam. Banyak dari orang Indonesia yang menggunakan uang receh sebagai alat untuk menggosok punggung. Kerokan punya tujuan untuk melebarkan pembuluh darah dan membuat angin yang masuk bisa keluar dari situ. Dalam bahasa kedokteran, masuk angin disebut dengan dyspepsia yang biasanya gejalanya adalah kembung dan nyeri otot serta pegal di badan.

Baca Juga: Bahaya yang Mengintai Kamu Jika Tidur Di Kasur yang Sama Dengan Hewan Peliharaan


bahaya kerokanSource: Saibumi
Kerokan masih menjadi pro kontra karena banyak juga efek yang terjadi ketika kita kerokan.

Kerokan masih menjadi pro kontra karena banyak juga efek yang terjadi ketika kita kerokan. Mungkin kamu yang perlu tahu manfaat kerokan. Pertama, suhu tubuh akan meningkat dan pembuluh darah meningkat. Saat itu terjadi maka suplai oksigen ke otot yang sakit bisa lebih maksimal.

Yang terjadi saat otot sakit atau pegal adalah kurangnya asupan oksigen pada bagian tersebut saat itu terjadi badan akan terasa lebih hangat dan rasa nyeri di badan akan berkurang. Berikutnya adalah terbentuknya hormon endorfin. Saat kerokan, hormon akan melepaskan zat endorfin ke dalam tubuh sehingga otak menjadi lebih rileks dan membuat perasaan lebih tenang. Ini yang membuat kamu menjadi ketagihan untuk melakukan kerokan.

Baca Juga: Buang Angin Berlebihan Bisa Jadi Tanda Bahaya, Kok Bisa?

Tak hanya dampak baik melainkan ada juga dampak buruk yang terus menjadi perbincangan di banyak diskusi. Berikut beberapa hal negatif yang terjadi seperti iritasi kulit. Gesekan dengan benda keras yang kulit alami bisa membuat kulit mengalami iritasi yang lumayan parah. Kulit akan terkikis saat kamu sering melakukan kerokan dan membuat risiko penyakit datang lebih besar yang berhubungan denngan kulit. Sementara kita tahu bahwa kulit adalah pertahanan pertama untuk kuman yang ingin masuk.


bahaya kerokanSource: Damn I Love Indonesia
Kulit bisa mengalami alergi saat kerokan, biasanya kamu akan menggunakan logam uang yang bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif hingga alergi terhadap logam tersebut.

Kamu bisa mengalami pecahnya pembuluh darah jika terus menerus kerokan. Di bawah lapisan kulit terdapat pembuluh darah kecil yang bisa sewaktu – waktu pecah dan mengeluarkan darah. Warna yang dihasilkan adalah darah yang berasal dari pecahnya kapiler kulit kecil tersebut, jika warna merah artinya luka kecil tetapi ketika sudah berwarna ungu hingga hitam berarti punya luka yang cukup besar. Kulit bisa mengalami alergi saat kerokan. Biasanya kamu akan menggunakan logam uang yang bisa membuat kulit menjadi lebih sensitif hingga alergi terhadap logam tersebut. Kamu akan mulai beruntusan hingga muncul bintik – bintik di kulit yang sering di kerok.

Baca Juga: Tak Hanya Membuat Badan Rileks, Pijat pun Membuat Mental Lebih Sehat

Jika ini berlanjut ke tahap infeksi maka kamu harus segera cek ke dokter untuk melakukan pengobatan. Saat disembuhkan pun luka akan berbekas dan membuat rusak dari segi keindahan tubuhmu. (gn)