Bahaya Polusi Udara Pada Kesehatan Anak Menurut WHO

Sep 11, 2019 5:00 AM

Polusi menjadi masalah utama yang dihadapi berbagia kota besar di dunia. Pasalnya, polusi bisa mengancam kesehatan kita semua. Masalah ini tidak hanya mengancam orang dewasa, melainkan juga anak-anak. 

Laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa polusi udara yang parah dapat menimbulkan risiko kesehatan serius bagi anak. Bahkan, hampir 93% populasi anak di bawah usia 15 tahun di seluruh dunia terpaksa menghirup udara kotor. Salah satu akibat yang dapat terjadi adalah masalah pada pernapasan anak. 

Polusi udara sudah mengancam anak bahkan sebelum ia lahir. Ibu hamil yang terpapar langsung dengan polusi udara, terutama di daerah perkotaan, lebih berisiko melahirkan bayi prematur hingga bayi dengan berat badan lahir rendah. Polusi udara juga mengganggu perkembangan saraf hingga kemampuan kognitif anak. Anak lebih rentan terserang asma hingga kanker. Selain itu, meskipun kecilnya tampak sehat, bisa jadi saat dewasa anak lebih mudah terkena penyakit kardiovaskular.

Baca Juga: Mikroba Punya Andil Kurangi Sampah Plastik di Lautan


Bahaya Polusi Udara Pada Kesehatan Anak Menurut WHO Bahaya polusi bagi kesehatan anakSource: www.sitarambhartia.org
Ibu hamil

Menurut dr. Maria Neira, Direktur Department of Public Health, Environmental, and Social Determinants of Health di WHO, polusi udara menghambat perkembangan otak anak-anak. Sedihnya, 1 dari 10 balita terancam meninggal akibat paparan masif polusi udara.

Banyak cara untuk mengurangi pengeluaran gas emisi, yaitu salah satu sumber polusi udara. Polusi udara akibat gas emisi diperkirakan memperpendek usia sekitar 7 juta penduduk untuk setiap tahunnya. Dan, penduduk di negara-negara berkembang yang paling menderita karena masalah ini.

Baca Juga: 1 Juta Spesies Makhluk Hidup Diperkirakan Terancam Punah Karena Ulah Manusia

Saat ini, sudah ada usaha bertahap untuk mengurangi polusi udara demi masa depan anak-anak. Pada 2015, sebuah studi kesehatan yang dilakukan oleh American Lung Association di California Selatan, Amerika Serikat, membuktikan bahwa mengurangi polusi udara dapat meningkatkan kesehatan anak-anak. Fungsi paru-paru mereka menjadi lebih baik daripada sebelum penelitian ini dilakukan.


Bahaya Polusi Udara Pada Kesehatan Anak Menurut WHO Bahaya polusi bagi kesehatan anakSource: e360.yale.edu
Polusi udara memicu asma pada anak

Baca Juga: Tahun 2019, Kadar CO2 di Bumi Catat Rekor Tertinggi Dalam Sejarah

Setahun kemudian, studi yang sama masih berlanjut. Laporan tahun 2016 menyebutkan bahwa ada pengurangan terhadap 4.602 kasus gangguan pernapasan pada anak-anak terkait batuk dan polusi udara akibat kemacetan lalu lintas. Ini berbeda dengan 3 hasil penelitian sebelumnya di lokasi yang sama, yaitu pada era 1993-2001, 1996-2004, dan 2003-2012.

Begitu juga saat hasil penelitian yang sama dirilis pada 2017. Berdasarkan data dari 20 tahun penelitian yang dikumpulkan, pengurangan polusi udara yang sudah dilakukan berdampak lebih baik bagi kesehatan anak-anak, terutama di bagian pernapasan.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meminimalisasir dampaknya terhadap anak-anak adalah lebih ramah pada lingkungan dan mulai mengadakan ruang terbuka hijau untuk mengurangi efek polusi, khususnya di kota-kota besar. Selain itu, ada baiknya untuk menempatkan sekolah atau tempat umum bagi anak lainnya jauh dari jalan raya atau pabrik. Jangan lupa untuk memastikan anak-anak tetap mendapat gizi yang seimbang!