Bahaya Nipah, Penyakit Berbahaya Sekelas Ebola

Apr 20, 2019 3:17 AM

Nipah adalah jenis penyakit berbahaya yang patut diwaspadai. WHO menganggap Nipah adalah satu dari sari delapan penyakit prioritas dan sejajar dengan Zika dan Ebola. Penyakit Nipah adalah jenis gangguan pada otak yang disebabkan oleh virus Nipah. Virus ini masuk ke dalam tubuh melalui perantara hewan seperti kelelawar dan babi.

Virus yang masih ke dalam tubuh akan langsung menginfeksi otak dan membuat seseorang mengalami koma dalam kurun waktu 24-48 jam sebelum akhirnya meninggal dunia. Nipah tergolong penyakit zoonosis atau penyakit pada hewan yang bisa menular kepada manusia. Penyakit ini tergolong baru karena kasus pertamanya terjadi pada tahun 1998 di Malaysia.

Sejak kejadian itu, penyakit ini mula menyebar ke beberapa wilayah di Asia Selatan seperti India dan Bangladesh. Hampir setiap tahun terjadi kasus-kasus infeksi Nipah yang berujung pada kematian. Virus Nipah atau henipavirus adalah genus dari keluarga Paramyxoviridae. Ordo dari virus ini adalah Mononegavirales. Virus dari jenis ini terbagi lagi menjadi dua, pertama Hendravirus dan yang kedua Nipahvirus.

virus nipah

Virus dari jenis ini terbagi lagi menjadi dua, pertama Hendravirus dan yang kedua Nipahvirus. (Source www.laboratoryequipment.com)

Penyakit ini dinamai Nipah karena kejadian pertama yang cukup membuat dunia gempar berada di desa Nipah, Malaysia. Virus Nipah hidup di dalam tubuh dari kelelawar jenis kalong atau Pteropus sp. Meski hidup di dalam tubuh kalong, virus Nipah berada pada kondisi tidur dan tidak membunuh kelelawar. Virus nipah baru menyebar saat kelelawar stres akibat perubahan ekosistemnya. Pada kondisi ini, virus bisa jadi aktif dan masuk ke saluran ekskresi dan juga kelenjar liur.

Setelah virus aktif, kotoran dari kelelawar yang jatuh akan berisi virus Nipah. Hal tersebut juga terjadi pada buah-buahan yang dimakan oleh kelelawar. Saat buah jatuh atau kotoran berada di tanah termakan oleh hewan seperti babi, virus akan masuk. Babi akan menjadi perantara (host intermediate) sebelum menular ke manusia melalui kontak langsung atau udara.

Babi

Babi akan menjadi perantara (host intermediate) sebelum menular ke manusia melalui kontak langsung atau udara. (Source ibtimes.com)

Selain melalui babi, virus nipah juga bisa langsung menular dari kelelawar ke manusia. Beberapa kasus di Asia Selatan, penularan terjadi secara langsung akibat penduduk memakan buah yang mengandung liur kelelawar. Virus Nipah yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami masa inkubasi selama 4-18 hari. Selanjutnya, virus akan mengeluarkan gejala yang cukup jelas.

Gejala nipah, diantaranya adalah demam tinggi, gangguan pernapasan seperti batuk dan flu, dan nyeri pada otot di seluruh tubuh. Jika kondisi sudah semakin parah, penderita akan mengalami peradangan otak encehphalitis yang menyebabkan pusing tidak tertahankan, sering mual dan muntah serta disorientasi. Gejala yang muncul di atas akan berkembang menjadi koma dalam jangka waktu 24-48 jam. Pada kondisi ini kemungkinan selamat akan sangat kecil.

korban nipah

Gejala nipah, diantaranya adalah demam tinggi, gangguan pernapasan seperti batuk dan flu, dan nyeri pada otot di seluruh tubuh. (Source cbc.ca)

Berhubung penyakit Nipah yang menyebar tergolong baru, belum ada obat yang bisa digunakan untuk menyembuhkannya. Hingga saat ini pertolongan dilakukan untuk mengurangi efek peradangan pada tubuh khususnya otak dalam bentuk supportive care. Para peneliti masih kesulitan membuat vaksin yang bisa membuat tubuh kebal dari serangan virus yang susah dideteksi dan dicegah ini.