Bahaya Mengkonsumsi Ikan Asin Berlebihan

Apr 19, 2019 4:00 AM

Ikan asin sangat populer di masyarakat Indonesia. Ikan asin dianggap bisa membuat rasa makanan menjadi lebih sedap. Tapi, tahukah kamu? Mengkonsumsi ikan asin terlalu banyak bisa memberi efek kurang baik bagi kesehatan tubuh.

Ikan asin harus melalui proses penggaraman yang tujuannya untuk membuat daging ikan ini awet hingga berbulan-bulan lamanya. Saat membuat makanan ini, daging ikan laut atau ikan air tawar yang sudah dibersihkan diberi taburan garam atau direndam di dalam air garam yang pekat. Kandungan garam ini kemudian meresap ke dalam daging ikan. Sifatnya yang menarik cairan keluar akan membuatnya menjadi lebih kering sekaligus membuat proses penghancuran protein oleh bakteri menjadi terhambat.

Setelahnya daging ikan yang sudah digarami ini kemudian dijemur. Proses penjemuran dilakukan untuk memastikan daging ikannya sudah benar-benar kering. Hal inilah yang membuat ikan asin cenderung jauh lebih awet dibandingkan dengan daging ikan biasa.

Penjemuran ikan asin

Proses penjemuran dilakukan untuk memastikan daging ikannya sudah benar-benar kering. (Source www.wartanasional.com)

Sayangnya, terkadang produsen ikan asin tidak hanya melakukan langkah-langkah tersebut. Meskipun tidak semua melakukannya, ada sebagian kecil yang mencoba jalan pintas demi membuat daging ikan asin lebih tahan lama, yakni dengan memakai tambahan formalin atau bahkan pestisida. 

Baca juga: Anak Yang Sering Mengonsumsi Ikan Memiliki IQ Yang Tinggi

Selain membuatnya menjadi lebih awet, penggunaan bahan kimia berbahaya ini juga akan membut proses penyusutan daging ikan asin tidak belebihan. Sebagai informasi, dengan cara biasa, daging ikan bisa menyusut hingga 75 persen. Sementara itu, jika memakai bahan kimia, maka daging ikan hanya akan menyusut hingga 30 persen.

ikan asin

Sebagai informasi, dengan cara biasa, daging ikan bisa menyusut hingga 75 persen. Sementara itu, jika memakai bahan kimia, maka daging ikan hanya akan menyusut hingga 30 persen. (Source www.acehbisnis.com)

Meskipun kita bisa memilih daging ikan asin yang bebas bahan kimia, belum tentu daging ikan asin ini aman untuk dikonsumsi. Hal ini disebabkan oleh adanya kandungan garam yang tinggi akibat adanya proses penggaraman pada daging ikan asin.

Baca juga: Jangan Norak Kalau Snorkeling! Bencana yang Bakal Terjadi Bila Terumbu Karang Musnah

Di dalam garam terdapat kandungan natrium. Sementara itu di dalam ikan asin terdapat banyak sekali garam. Hal ini berarti, jika kita terlalu banyak makan garam, maka kita juga akan mengonsumsi natrium dalam jumlah yang tinggi. Hal ini akan membuat tubuh mengalami peningkatan tekanan darah dengan signifikan sehingga membuat risiko hipertensi naik.

Cek tensi

Hal ini akan membuat tubuh mengalami peningkatan tekanan darah dengan signifikan sehingga membuat risiko hipertensi naik. (Source komunita.id)

Sebagai informasi, natrium menarik cairan dalam jumlah yang banyak sehingga membuat volume darah yang dipompa harus lebih besar. Sayangnya, hal ini justru membuat tekanan di dalam pembuluh darah meningkat.

Peningkatan tekanan darah akibat konsumsi garam berlebihan dari daging ikan asin ternyata tidak hanya mempengaruhi pembuluh darah saja. Kondisi ini juga akan menyebabkan perubahan struktur serta fungsi jantung. Sebagai contoh, jantung akan lebih mudah membengkak atau dalam dunia medis disebut sebagai cardiomegaly. Kondisi ini bisa menyebabkan gagal jantung yang mematikan.

Baca juga: Tertelan Paus, Mampukah Manusia Biasa Keluar Hidup-hidup?

Hobi makan ikan asin juga akan membuat beberapa bagian tubuh mengalami pembengkakan seperti kaki atau bahkan paru-paru. Hal ini disebabkan oleh cairan tubuh yang tidak bisa dialirkan dengan efektif. Jika sampai ikan asin yang sering dikonsumsi memiliki kandungan formalin atau pestisida, maka risiko terkena kanker, gangguan pencernaan, hingga gangguan saraf akan meningkat. Melihat berbagai fakta ini, ada baiknya memang kita membatasi konsumsi ikan asin.