Awas!! Ditemukan Aktivitas Darkweb Di Facebook

Apr 22, 2019 8:56 AM

Lebih dari dua miliar orang menggunakan Facebook untuk membeli dan menjual barang, mengobrol, dan memposting foto liburan. Sekarang, menurut penelitian terbaru, facebook mulai digunakan untuk aktivitas darkweb, tempat untuk menjual informasi kartu kredit, selundupan illegal, dan banyak lagi.

Yang lebih mengejutkan, menurut para ahli, adalah bahwa aktivitas darkweb ini tidak sulit ditemukan. Penjahat menjual kartu kredit langsung di tempat terbuka. Satu pencarian cepat untuk istilah seperti "carding" (istilah kriminal untuk menjual kartu kredit) mengungkapkan lusinan Grup Facebook. Sementara Facebook terus-menerus berusaha untuk menutup grup ini, mereka terus bermunculan.

Baca juga: Waduh! 540 Juta Data Pengguna Facebook Bocor ke Publik

Dikutip dari New York Post, Talos Intelligence (salah satu tim intelijen komersial terbesar di dunia, yang terdiri dari para peneliti, analis, dan insinyur kelas dunia) bahkan menemukan tangkapan layar dari nomor kartu kredit, lengkap dengan identifikasi foto yang cocok dan kode CVV. Meskipun ilegal, penjual sulit dilacak karena mereka menggunakan identitas palsu. Mereka pandai menyembunyikan lokasi, identitas asli, dan menutupi jejak mereka.

jual kartu kredit

Tangkapan layar dari nomor kartu kredit, lengkap dengan identifikasi foto yang cocok dan kode CVV. (Credit: talosintelligence.com)

Facebook mengatakan kepada Fox News bahwa mereka telah melawan kelompok tersebut. "Grup-grup ini melanggar kebijakan kami terhadap spam dan penipuan finansial dan kami menghapusnya," jelas seorang juru bicara. "Kami tahu kami harus lebih waspada dan kami berinvestasi besar-besaran untuk melawan jenis aktivitas ini."

Menurut Emily Wilson, Wakil Presiden bidang penelitian di perusahaan keamanan Terbium Labs, kelompok-kelompok tersebut cenderung berkembang biak dengan cepat dan jejaring sosial yang masif tidak dapat mengimbanginya.

Baca juga: Setelah Facebook, Kini Instagram yang Diterpa Masalah Privasi Pengguna

"Facebook jelas telah membuat beberapa keputusan tentang alokasi sumber daya untuk mematikan kelompok-kelompok ini dan kejahatan dunia maya tampaknya relatif rendah dalam daftar prioritas Facebook," katanya. "Penipuan, pengambilalihan akun, penipuan kartu pembayaran, skema phishing terlalu diabaikan semua orang dan kelompok-kelompok kriminal ini tahu itu."

Seperti yang dicatat oleh para ahli, alasan sebenarnya para penjahat menggunakan Grup Facebook adalah karena mereka ingin menjangkau massa menggunakan Facebook. Dengan memposting di grup dan mendaftarkan barang-barang mereka untuk dijual, dengan gambar dan detail tentang apa yang tersedia, para penjahat menarik audiens yang jauh lebih besar dan lebih mungkin untuk bergabung dengan grup, hanya dengan melakukan pencarian cepat.

Lalu, apa yang harus dilakukan? Wilson dari Terbium Labs mengatakan salah satu kuncinya adalah untuk raksasa teknologi seperti Facebook dan perusahaan media sosial lainnya seperti Twitter harus menjadikan pencegahan kejahatan sebagai prioritas yang lebih besar. Dia menambahkan bahwa undang-undang baru yang mengatur infiltrasi darkweb di media sosial juga sangat penting.

Baca juga: Ini Penyebab WhatsApp, Instagram, dan Facebook Mendadak Lumpuh!

Untuk pengguna media sosial yang Cuma memposting foto narsis atau mencari barang-barang biasa disana, perbanyaklah pendidikan tentang cara menemukan aktivitas ilegal dan melaporkan apa yang kamu lihat.