Tahun 2024, Astronot Wanita Punya Kesempatan Jejakkan Kaki ke Bulan!

May 17, 2019 10:30 AM

Sejak kemunculan proyek Apollo 11 yang mencetak sejarah karena salah satu astronotnya, Neil Armstrong menjejakkan kaki ke Bulan untuk pertama kalinya, tercatat sudah ada 12 orang yang sudah merasakan berada di permukaan salah satu satelit alami Bumi tersebut hingga kini. Ditambah dengan makin majunya teknologi antariksa dunia membuat kemungkinan manusia menjelajah Bulan kembali bisa dibilang makin mudah.

Namun sayangnya dalam 12 orang yang mampu berjalan di Bulan, semuanya merupakan laki-laki dan tidak ada astronot perempuan yang terlibat dalam proyek garapan NASA sejak pertengahan era 1960an yang bertujuan untuk meneliti planet alami Bumi tersebut hingga tahun 1970an akhir.

Tapi kekhawatiran akan tak adanya astronot perempuan sebentar lagi akan hilang. Pasalnya pihak NASA sudah merencanakan proyek misi pendaratan ke Bulan yang melibatkan kaum hawa sebagai astronot dalam waktu lima tahun lagi, seperti dalam rilis resminya.

Baca Juga: Cerita 13 Astronot Wanita Pertama yang Tak Pernah Meluncur ke Luar Angkasa

Misi pendaratan wanita pertama ke Bulan merupakan salah satu terobosan bagi badan antariksa Amerika Serikat tersebut dalam hal kesetaraan gender di bidang keantariksaan, meski akhir-akhir ini perempuan sudah terlibat dalam proyek yang berhubungan dengan bidang tersebut walaupun dibalik layar.


astronotSource: NASA
Astronot yang berhasil jejakkan kaki ke Bulan.

Dalam proyek yang akan diberi nama Artemis, para calon astronot wanita direncanakan akan masuk ke dalam kamp yang mana teknik latihan yang dilakukan berbeda dari proyek misi bulan lainnya yaitu Apollo. Nama Artemis sendiri diambil dari nama dewi dalam mitologi Yunani yang mana ia adalah saudara kembar dari Apollo.

"Lima puluh tahun setelah Apollo, program Artemis akan membawa pria berikutnya dan wanita pertama ke Bulan," kata Jim Bridenstine, salah satu wakil dari NASA seperti yang dilansir dari CNN.


Baca Juga: Bisakah Astronot Bercinta di Luar Angkasa?

Sebelumnya, sang presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menyerukan untuk menambah anggaran untuk NASA sebesar 1,6 miliar US Dollar dari awalnya "hanya" 21 miliar US Dollar. Selain itu Trump mengatakan bahwa dengan adanya tambahan anggaran tersebut membuat NASA bisa kembali membawa manusia ke Bulan dan planet Mars.

Proyek Artemis sendiri direncanakan akan membuat sejarah baru yaitu untuk pertama kalinya astronot wanita mendarat ke bulan untuk pertama kalinya. Selain itu NASA juga akan mengirim astronot pria ke Bulan pada tahun 2024, yang merupakan kembali mendaratnya astronot pria kesana sejak terakhir kali pada tahun 1972.


Apollo 11Source: NASA
Edwin "Buzz" Aldrin (di foto) bersama Neil Armstrong menjadi dua pria pertama yang mendarat ke bulan kala jalani misi Apollo 11 tahun 1969.
NASA berharap bahwa lebih banyak eksplorasi bulan akan membantu AS membangun kehadiran strategis di ruang angkasa dan menumbuhkan kemitraan internasional mereka. Maka dari itu NASA akan menggunakan anggaran sebesar 1 miliar USD untuk pengembangan sistem yang akan membawa manusia untuk kembali ke bulan lima tahun lagi dari sekarang.

Baca Juga: Begini Cara Astronot Buang Air di Luar Angkasa, Ribet Banget!

Untuk persiapan, NASA sebagai badan antariksa Amerika Serikat sudah merancang dan sedang membangun pesawat ruang angkasa, Orion yang masuk ke dalam Space Launch System (Sistem Peluncuran Ruang Angkasa) milik NASA yang harusnya sudah rampung pada bulan Desember tahun 2017. Namun dengan rencana yang akan dilakukan tahun 2024, bisa jadi manusia akan menemukan fakta-fakta baru lagi tentang Bulan nantinya dan eksplorasi satelit alami Bumi ini bisa lebih ditingkatkan lagi di masa mendatang.