Apakah Tumbuhan Bisa Kentut? Sains Punya Jawabannya!

Mar 11, 2019 11:00 AM

Pernahkah kamu bertanya, "Apakah tumbuhan bisa kentut?" ternyata sains punya jawabannya loh untuk pertanyaan satu ini!


Putri MaluTanaman Putri Malu ternyata doyan kentut! (Sumber foto: Pixabay)

Sebuah pertanyaan yang sekilas mungkin terdengar tidak penting sama sekali. Tapi seperti biasa, ilmu pengetahuan seperti punya jawaban atas segalanya. Kalau kita tidak bisa kentut, mungkin sebaiknya segera periksa ke dokter. Mungkin ada masalah dengan kesehatan kita. Tapi bagaimana dengan tumbuhan? Apakah tumbuhan bisa kentut? Kan makhluk hidup juga seperti manusia dan hewan. Well, tergantung pengertianmu tentang kentut. Bila mengutip kamus, kentut berarti "gas berbau busuk (gas busuk) yang keluar dari anus." Maka dengan pengertian tersebut maka tumbuhan tidak bisa kentut karena tidak memiliki anus. Tapi, bila kita mengartikan kentut sesederhana "buang gas", maka tumbuhan bisa banget yang namanya kentut.

Kalau manusia kentut untuk membuang gas dari saluran pencernaan, maka tumbuhan kentut untuk mengeluarkan garam, zat logam, dan kelebihan zat lainnya, melalui daun, kulit, hingga akarnya. Ternyata, cara mikroba pada tanaman menghasilkan gas mirip dengan cara mikroba pada tubuh manusia menghancurkan makanan lalu memproduksi gas. Alih-alih melalui anus, gas metana pun merembes keluar melalui batang dan kulit pohon.

Setiap tumbuhan pun memiliki kebiasaan kentut yang berbeda. “Kami menemukan bahwa beberapa tanaman kentut lebih banyak dari yang lainnya,” kata ilmuwan Patrick Megonigal, dikutip dari PopSci.

Tanaman putri malu (mimosa pudica) contohnya. Dalam sebuah penelitian yang diadakan tahun 2016 lalu terungkap, meski namanya putri malu atau shy plants dalam Bahasa Inggris, urusan kentut dia tidak malu sama sekali. Putri malu akan mengeluarkan bau busuk bila disentuh.

Enam jenis tumbuhan lainnya dari keluarga mimosa juga melakukan hal serupa. Peneliti percaya bahwa gas yang kaya akan senyawa sulfur kantung kecil mirip rambut yang mengalir sepanjang akar tanaman tersebut melepaskan gas senyawa belerang. Para peneliti mengatakan, bisa jadi hal ini merupakan mekanisme tanaman itu untuk melindungi diri supaya tidak didekati.

Hmm, ternyata saking malunya. Nggak mau ketemu, kita sampai dikentutin biar menjauh. Jangan ditiru, ya!

(hrd/ruw)