Apakah Kamu Biasa Pakai Kipas Angin? Hati-Hati Dengan Efek Buruk Pengunaan Kipas Angin

May 15, 2019 8:59 AM

Banyak orang yang menggunakan kipas angin saat tidur demi membantu suhu ruangan menjadi lebih sejuk. Sebagaimana diketahui, suhu udara di Indonesia–termasuk saat malam hari cenderung tetap panas atau hangat. Dengan memakai kipas angin, maka suhu ruangan akan menjadi lebih nyaman dan Anda pun akan tidur dengan lebih nyenyak.

Demi menjaga suasana tetap sejuk di dalam ruangan, salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menggunakan air conditioner (AC). Namun bagi beberapa orang cara ini cukup menyita banyak biaya. Guna menggantikan peran AC, banyak orang menggunakan kipas angin. Namun, tahukah Anda bahaya kipas angin bagi kesehatan?

Paru-Paru Basah

sumber republika.co.id Paru-Paru Basahsumber republika.co.id Paru-Paru Basah

Menurut pakar kesehatan, bahaya kipas angin bagi kesehatan belum bisa dibuktikan secara ilmiah. Sejumlah kabar beredar di masyarakat mengatakan, bahwa penggunaan kipas angin bisa menyebabkan paru-paru basah, tentu hal ini tidaklah tepat. Sedangkan paru-paru basah atau dalam dunia medis menyebutnya sebagai TBC disebabkan karena adanya infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini merupakan bakteri endemik yang berada di seluruh Indonesia dan keberadaannya tidak dipengaruhi oleh kipas angin.

Baca Juga : Alasan Kenapa Junk Food Tak Boleh Dimakan Saat Buka Puasa

Pasokan oksigen berkurang

sumber www.klikdokter.com Pasokan oksigen berkurangsumber www.klikdokter.com Pasokan oksigen berkurang

Ini terjadi jika kita terus-menerus menghadapkan kipas tepat ke wajah. Angin yang dihembuskan kipas tidak sepenuhnya oksigen atau bahkan juga ada gas karbon dioksida. Jika angin terus di hadapkan ke wajah maka kita akan kesulitan mendapatkan pasokan oksigen yang cukup, bahkan udara yang kita hembuskan dari hidung bisa kembali lagi kembali dan berkutat di sekitar wajah. Akibatnya sirkulasi udara di sekitar wajah kita tidak baik.

Baca Juga : Kebanyakan Logo Restoran Fast Food Berwarna Merah, Alasannya Terbentang Ribuan Tahun!

Hipotermia

sumber muslimobsession.com Hipotermiasumber muslimobsession.com HipotermiaHipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh kurang dari 35°C. Hal ini terjadi karena tubuh kehilangan panas dengan cepat, namun lambat dalam memproduksi panas. Jika tidak segera ditangani, hipotermia yang umumnya disebabkan oleh cuaca atau udara dingin ini dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga kematian. Di Indonesia yang beriklim tropis dan hangat, risiko seseorang untuk terkena hipotermia sangat kecil, kendati kipas angin digunakan saat tidur malam. Sebab, kipas angin tidak bisa mendinginkan suhu udara di ruangan secara drastis. Anggapan terkait bahaya tidur dengan kipas angin belum terbukti secara ilmiah dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Akan tetapi, penggunaan kipas angin memang perlu diperhatikan, terutama dalam hal membersihkannya. Hal ini guna mencegah kipas angin menyebarkan debu dan kotoran yang dapat membuat gejala asma dan alergi kambuh.

Baca Juga : Makna Mendalam dari Sebungkus Nasi Padang yang Dibawa Pulang

Iritasi Sinus

sumber duniafitnes.com Iritasi Sinussumber duniafitnes.com Iritasi Sinus

Saat menyalakan kipas angin, maka udara di dalam ruangan akan kering. udara kering inilah yang akan membuat selaput lendir dalam rongga hidung kering. Semakin kering selaput tersebut, maka produksi lendir akan semakin banyak. Kalau sudah begini lendir akan menyumbat saluran pernapasan dan akhirnya menyebabkan iritasi sinus.

Sensitif untuk mengalami alergi

sumber http://pedomanbengkulu.com Sensitif untuk mengalami alergisumber http://pedomanbengkulu.com Sensitif untuk mengalami alergi

bahaya kipas angin bisa menyebabkan seseorang menjadi lebih sensitif untuk mengalami alergi. Alergi yang bisa muncul berupa mual, ruam kulit atau sesak napas. Sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa alergi, demam, asma, dan otot kaku merupakan sederet kondisi yang diakibatkan oleh udara yang berputar dari kipas angin. Tidak hanya itu, disebutkan pula bahwa paparan udara dari kipas angin dapat menyebabkan kulit kering. Namun, beberapa peneliti menyangkal informasi yang menyebutkan dampak buruk paparan udara dari kipas angin, mereka menyebut bahwa kenyataannya tak separah yang dibayangkan. Oleh karena itu kita harus binyak dalam pengunaan kipang angin jangan terlalu berlebihan meskipun suasana terlalu panas.