Apakah Fenomena Puber Kedua Itu Nyata?

Sep 10, 2019 10:00 AM

Banyaknya kasus perselingkuhan sering dikaitkan dengan fenomena puber kedua. Fenomena puber kedua sering dikaitkan dengan kaum pria, yang bisa berakhir dengan perceraian. Namun, benarkah fenomena puber kedua itu nyata?

Jika ditinjau dari maknanya, pubertas adalah masa atau periode peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Ini ditandai dengan kematangan fungsi reproduksi, yang dipengaruhi oleh produksi hormon seksual seperti testosteron pada pria dan estrogen pada wanita. Masa pubertas terjadi saat seorang anak mencapai usia belasan tahun. Berangkat dari hal tersebut, sulit mendefinisikan apabila puber terjadi pada kelompok usia yang jauh lebih tua.

Faktanya, tidak ada istilah yang disebut dengan puber kedua secara medis. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa fenomena tersebut kerap dijumpai. Yang digambarkan sebagai fenomena puber kedua adalah situasi ketika seseorang yang sudah dewasa, umumnya sekitar usia 40 tahunan, mengalami gejala-gejala layaknya remaja, khususnya terkait ketertarikan terhadap lawan jenis.


Apakah Fenomena Puber Kedua Itu Nyata? Penyebab dan cara mengatasi puber keduaSource: www.growingself.com
Puber kedua memang nyata

Baca Juga: Inilah 7 Tanda Awal Bisa Jadi Pasangamu Sedang Punya Selingkuhan!

Pada saat seseorang sedang tertarik kepada lawan jenisnya, umumnya ada beberapa perilaku khas yang dapat diamati, seperti lebih memperhatikan penampilan dan bertingkah untuk mencari perhatian. Inilah mengapa fenomena tersebut dikenal dengan istilah puber kedua.

Walaupun secara medis tidak dapat dijelaskan, fenomena puber kedua dapat dipahami dari sudut pandang psikologis. Usia di atas 35 tahun umumnya merupakan masa-masa ketika seseorang, khususnya kaum pria yang dipandang sebagai tulang punggung keluarga, telah melewati beberapa periode kritis dalam hidupnya.

Umumnya, di usia tersebut mereka sudah berkeluarga, memiliki pekerjaan yang mapan, kehidupan yang nyaman dan bisa dibanggakan, serta memenuhi berbagai pencapaian lainnya. Jika semua perolehan itu tidak dimaknai dengan bijaksana, akan lebih mudah bagi para pria terdorong mencari “booster” untuk meng-emphasize semua pencapaiannya tersebut.


Apakah Fenomena Puber Kedua Itu Nyata? Penyebab dan cara mengatasi puber keduaSource: bustle.com
Tingkatkan kualitas hubungan

Baca Juga: Angka Perselingkuhan Wanita di Indonesia Memuncaki Persentase Terbanyak di Asia Tenggara

Mulailah mereka memberanikan diri untuk flirting dengan lawan jenis di lingkungan kerja misalnya, atau bahkan melakukan lebih jauh lagi. Hal ini perlu diwaspadai oleh semua pasangan suami istri supaya segera menyiapkan strategi pertahanan yang kuat untuk rumah tangganya.

Kaum pria bukan satu-satunya yang dapat mengalami fenomena puber kedua. Di zaman modern seperti ini, semakin banyak wanita yang juga bekerja, berprestasi, memiliki pencapaian, dan bisa dipandang hebat. Ini dapat pula membawa potensi psikologis yang sama seperti halnya pada kaum pria. Jadi, saat ini baik pria dan wanita bisa sama-sama berpotensi mengalami puber kedua.

Baca Juga: 4 Cara Mencegah Pasanganmu Selingkuh

Jadi, fenomena puber kedua memang benar-benar bisa terjadi. Kita tidak boleh menoleransi, dalam artian menganggap hal itu wajar, sehingga pasrah saja jika fenomena itu hadir. Justru dengan menyadari adanya potensi fenomena tersebut, kita jadi semakin semangat meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan.