Apakah Déjà Vu Bisa Dijelaskan Dengan Medis ?

Jul 19, 2019 2:00 AM

Pernahkan anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah anda berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.

Baca Juga: Waspada! Main Gadget Sebelum Tidur Bisa Membuat Tubuh Cepat Lelah

déjà vu menurut medis

source https://pulauherbal.com déjà vu menurut medissource https://pulauherbal.com déjà vu menurut medis

pengalaman déjà vu pada seseorang yang sehat sulit untuk dipelajari oleh para peneliti. Penelitian semacam itu tergantung pada pelaporan dari orang-orang yang terlibat. Biasanya, seorang pasien epilepsi secara konsisten mengalami déjà vu pada awal kejang. ketika kejang dimulai di lobus temporal medial, hal ini memberi para peneliti cara yang lebih eksperimental untuk mengendalikan déjà vu.

Lobus temporal medial sangat penting untuk mempertahankan ingatan jangka panjang dari peristiwa dan fakta yang telah terjadi. Lobus temporal medial juga penting dalam mendeteksi keakraban, atau pengakuan, sebagai bentuk dari perincian dari peristiwa tertentu. Kejang epilepsi ditimbulkan oleh perubahan dalam aktivitas listrik di neuron di daerah fokus otak.

Aktivitas neuronal disfungsional ini dapat menyebar ke seluruh otak seperti gelombang kejut yang dihasilkan dari gempa bumi. Daerah otak di mana aktivasi listrik ini dapat terjadi termasuk lobus temporal medial. Gangguan listrik pada sistem saraf ini menghasilkan aura (peringatan macam-macam) dari déjà vu sebelum peristiwa epilepsi.

Dengan mengukur pelepasan neuronal pada otak pasien ini, para ilmuwan telah mampu mengidentifikasi daerah otak di mana sinyal déjà vu berasal. Telah ditemukan bahwa déjà vu lebih mudah diinduksi pada pasien epilepsi melalui rangsangan listrik dari korteks rhinal yang bertentangan dengan hippocampus. Pengamatan ini menyebabkan spekulasi bahwa déjà vu disebabkan oleh pelepasan listrik disfungsional di otak.

Pelepasan neuronal ini dapat terjadi dengan cara non-patologis pada orang tanpa epilepsi. Contohnya adalah brengsek hyponogogic, kedutan tak disengaja yang dapat terjadi saat Anda tertidur. Déjà vu dapat dipicu oleh pelepasan neurologis yang sama, lalu menghasilkan rasa keakraban yang aneh.

Baca Juga: Menekan Tombol Snooze dalam Alarm Ternyata Berdampak Buruk Bagi Tidur Seseorang. Kok Bisa?

Déjà vu, kondisi non-medis

source http://virallio.com Déjà vu, kondisi non-medissource http://virallio.com Déjà vu, kondisi non-medis

Hingga dibuktikan sebaliknya, déjà vu masih dianggap sebagai kondisi non-medis. Meskipun demikian, ada juga yang menghubungkan déjà vu dengan epilepsi lobus temporal (TLE), dimana lobus temporal otak bekerja. Korteks entorhinal, berlokasi di lobus temporal, bertanggung jawab untuk memori spasial dan memori konsolidasi. Pasien TLE terkadang mungkin mengalami aura disebabkan kejang.

Aura merupakan bagian dari tremor ringan, yang berlangsung selama beberapa menit di luar kejang aktual. Aura inilah yang dihubungkan dengan perasaan seperti déjà vu. Seorang dokter neurologi Inggris, John Hughlings Jackson, penemu aura di tahun 1898, mencatat bahwa aura epilepsi berhubungan dengan halusinasi seperti ingatan yang jelas dan kondisi seperti kembali ke masa lalu dan ke depan – déjà vu. Ada juga yang mengatakan bahwa déjà vu merupakan kejang kecil. 

Baca Juga: Adakah Pengaruh saat Mengganti Jam Tidur ke Akhir Pekan?

source http://www.genmuda.com arti deja vusource http://www.genmuda.com arti deja vu

Meskipun demikian, tidak ada yang bisa membuktikan hal ini. Orang-orang yang mengalami déjà vu tidak mengalami kecenderungan sama sekali untuk mengalami kejang, begitu juga dengan penderita TLE tidak cenderung mengalami déjà vu sebagai bagian dari aura mereka.  Atau ayang yang berpendapat hanya kebetulan saja, seperti Kenneth Peller dari Northwestern University mengatakan deja vu mungkin terjadi secara kebetulan saja. 

Mungkin peristiwa yang dialami itu hanya serupa atau mirip dengan yang pernah dibayangkan.Itulah beberapa teori yang pernah ada mengenai deja vu. Semoga bisa memberi pencerahan bagi kamu yang penasaran, ya. Mau percaya yang mana, itu kembali ke diri kamu sendiri.

Pernahkan anda mengunjungi sebuah rumah untuk pertama kalinya dan tiba-tiba anda merasa familiar dengan rumah tersebut ? Atau pernahkah anda berada dalam suatu peristiwa ketika tiba-tiba anda merasa bahwa anda sudah mengalaminya walaupun anda tidak dapat mengingat kapan terjadinya ? itulah deja vu, salah satu fenomena misterius dalam kehidupan manusia.