Apakah Akun Gosip Berikan Fakta Yang Tertunda?

Feb 10, 2019 11:19 AM

Cekrek.., Cekrek Hengpong Jadul. 

Pasti nggak asing kan membacanya? 

Dari mulai remaja sampai orang tua, rasanya akrab dengan kalimat tersebut. tidak perlu dipungkiri kalau kita semua adalah penikmat gossip. Yap, hampir 2 -3 tahun belakangan, media sosial diramaikan dengan menjamurnya akun gosip berbagai rupa. Satu di antaranya yang paling terkenal menyampaikan "gosip adalah fakta yang tertunda."

 Gosip menjadi sesuatu yang sangat sulit kita hindari. Meskipun image-nya negatif, tapi hampir sebagian besar orang pernah melakukannya. Entah itu sengaja atau keceplosan belaka. Mengutip Wikipedia, gosip berasal dari Bahasa Inggris kuno 'godsibb' yaitu istilah untuk orang tua baptis seorang anak, umumnya mereka sangat dekat.

Namun, pada abad ke-16 mengalami pergeseran makna yang merujuk pada seseorang atau sebagian besar wanita yang senang berbicara omong kosong, pembawa berita, atau pengadu. Secara sederhana, gosip menjadi alat sosial untuk mendiskusikan kehidupan sehari-hari tentang apa yang terjadi pada orang-orang di sekitar kita. Jika dilakukan hanya dari mulut ke mulut, maka kini sudah bergeser ke media digital.

Lagi-lagi, kemunculan sosial media menjadi biang pemicunya. Mudahnya mengakses informasi mengenai berbagai hal, membuat 'kenikmatan' bergosip menjadi lebih tersalurkan. Jika dulu kita hanya kepo dengan keberadaan orang-orang yang kita kenal saja, sekarang jauh berbeda. Lebih seru menggosipkan kehidupan artis, yang belum kita kenal kehidupan pribadinya.

Sebagai fans atau haters, ada keinginan melihat kehidupan mereka secara lebih dekat. Misalnya, dengan siapa mereka berpacaran, lalu kenapa artis berselingkuh dan bercerai, Serta yang nggak kalah serunya adalah fenomena pelakor yang muncul dari akun pergosipan ini.

Akun-akun gosip ini yang membuat rutinitas pergosipan menjadi lebih canggih. Fitur komen memberi kesempatan sebebas-bebasnya untuk para netizen yang ingin berkomentar. Entah itu komentar yang bisa dipertanggungjawabkan atau tidak, namun uniknya kita malah kadang akan mendapatkan informasi baru dari komentar para netizen.

Kalau kita mau baca semua komentar atau biasanya dikenal dengan istilah 'panjat' komen, kadang ada beberapa saksi mata yang juga berada di tempat sama. Atau, dia merupakan tetangga orang yang sedang digosipkan, sehingga dapat memberikan kesaksian sebenarnya.

Selain bertukar informasi melalui komentar, nggak sedikit pula yang pro dan kontra. Hingga menyebabkan pertengkaran di dunia maya yang berujung bullying atau saling serang komentar menyakitkan. Sudah ada yang pernah melakukannya?

Akun gosip biasanya mendapatkan momen kehidupan selebritas yang jarang terungkap ke hadapan publik. Melalui video atau foto yang diambil secara candid atau bahasa populernya 'tercyduk'. Lalu, apakah semua hal itu bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya? Tentu tidak ya! Namun mirisnya, orang-orang seolah lebih percaya dengan apa yang mereka sampaikan dibanding mencari informasinya langsung ke media yang lebih kredibel.

Alasannya tentu karena kemudahan akses dan kecepatan informasi yang disampaikan. Berbeda dengan media massa, yang harus mengecek ke sumber langsung, melakukan konfirmasi atau bahasa kerennya tabayun nih. Sebagai bukti kalau mereka adalah sumber yang terpercaya dan memiliki kredibilitas tinggi.

Itulah akun gosip, bagai makan buah simalakama. Jangan mudah percaya pada hal-hal yang belum jelas kebenarannya. Cukup hadir sebagai penikmat atau menjadikannya sebagai hiburan di tengah kepenatan masalah hidup kita yang sebenarnya.