Bahaya Angin Duduk, Penyebab Kematian Mendadak dan Cara Mengobatinya

August 13, 2019 10:30 AM

“Keluar rumah saat malam hari tidak baik, nanti bisa terkena bahaya angin duduk dan mati mendadak”, begitulah statement yang berkembang di masyarakat. Penasaran sebenarnya apa angin duduk itu? Simak artikel di bawah ini!

Bahaya angin duduk dapat ditandai dengan nyeri dada, angin duduk atau dalam bahasa medisnya disebut Angina Pektoris adalah suatu jenis nyeri dada yang disebabkan akibat berkurangnya suplai oksigen ke jantung. Angina Pektoris atau angin duduk bisa merupakan gejala dari penyakit jantung koroner. Gejala nyeri pada dada bisa seperti rasa terjepit, rasa tertekan, berat, dan sesak pada dada. Angina pektoris tidak hanya terjadi pada saat malam hari saja tetapi bisa menyerang sewaktu-waktu, bisa tiba-tiba kambuh saat kita sedang stress dan banyak pikiran. Terdapat dua macam bahaya angin duduk yang dapat menjadi penyebab kematian mendadak, yaitu:

- Angina Stabil: disebabkan oleh pemicu seperti olahraga yang terlalu berat, stress, cuaca dingin, atau kondisi medis lain yang membuat jantung bekerja lebih keras. Angina ini biasanya akan membaik setelah beristirahat dan pemberian obat. Walaupun kelihatannya tidak berbahaya, jenis angina ini berpotensi mengakibatkan serangan jantung bila tidak ditangani dengan tepat.

- Angina Tidak Stabil: nyeri dada yang dirasakan tanpa penyebab awal yang jelas. Jenis nyeri ini termasuk dalam kategori bahaya angin duduk yang wajib menjadi perhatian, karena kondisi penderitanya tidak membaik setelah istirahat atau mengonsumsi obat dan membutuhkan penanganan medis segera.

Baca Juga: Benarkah Masuk Angin Akibat Kemasukan Angin?


Apa Penyebab Angina Pektoris?


Bahaya Angin Duduk

Source : duniasehat.net
Plak pada Pembuluh Darah.


Bahaya angin duduk patut menjadi perhatian bersama karena erat kaitannya dengan jantung. Jantung adalah organ yang berfungsi untuk memompa darah dari kepala hingga ujung kaki. Ukuran jantung hanya seukuran kepalan tangan anda. Terbayang kan jika jantung adalah sebuah mesin yang bekerja sangat ekstra? 

Darah yang mensuplai oksigen dan nutrisi ke jantung dialirkan melalui arteri koroner. Apabila kita tidak menjaga pola makan, arteri koroner akan diendapi plak seperti lemak yang membuat pembuluh darah menyempit, tersumbat, dan keras. Otomatis, jantung harus bekerja dua kali lebih ekstra untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Adanya sumbatan plak menyebabkan darah yang menyalurkan oksigen dan nutrisi tidak dapat sampai ke jantung sehingga jantung tidak memperoleh oksigen. Itulah yang menyebabkan angina pektoris dan angin duduk menjadi berbahaya.

Resiko seseorang mengalami angina pectoris meningkat dan bahaya, seiring bertambahnya usia, memiliki keturunan kelainan jantung, dan kondisi medis lainnya seperti hipertensi, kolesterol, dan diabetes. Usia yang semakin tua, pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, obesitas, kurang berolahraga, dan radikal bebas dimana-mana membuat jantung kita seperti mesin yang sudah usang, hal ini bisa menjadi penyebab bahaya angin duduk menghampiri tubuh kita. Penyumbatan yang terjadi pada arteri juga berpotensi menimbulkan stroke. Bayangkan saja seperti selang yang pada bagian tengahnya kita tekan, air yang keluar dari selang akan lebih keras bukan? Seperti itulah stroke dapat diumpamakan.

Baca Juga: Hati-Hati, Malas Gosok Gigi Berisiko Sakit Jantung


Bagaimana Mencegah dan Mengobati Angina Pektoris atau Angin Duduk?


1. Perubahan Gaya Hidup


Bahaya Angin Duduk

Source : moneycrashers.com
Pola Hidup Sehat untuk Jantung Sehat.


Agar jantung dan pembuluh darah anda awet sampai usia tua, hindarilah pola hidup tidak sehat seperti merokok dan minuman beralkohol. Kurangi konsumsi makanan berlemak, perbanyak makan sayur dan buah, dan rutin berolahraga agar bahaya angin duduk tidak menghampirimu.



2. Obat-obatan


Bahaya Angin Duduk

Source : en.wikipedia.org
Vasodilator, Pelebar Pembuluh Darah.

Beberapa obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan angina pektoris 

- Griceryl Trinitrate: obat golongan nitrat yang berfungsi sebagai vasodilator (melebarkan pembuluh darah).

- Beta Blocker: membantu menurunkan tekanan darah dengan menghambat hormon adrenalin

- Antikoagulan: antikoagulan digunakan untuk menghambat pembekuan darah di dalam pembuluh darah dengan cara mencegah sel platelet menempel.


Baca Juga: Waspada! Ini Bahaya Tersembunyi dari Kebiasaan Kerokan yang Wajib Kamu Tahu


- Calcium Channel Blockers (CCB): Obat golongan CCB digunakan untuk merelaksasi jantung.

- Statin: Obat golongan statin menghambat enzim pembuat kolesterol dan menekan terjadinya resiko serangan jantung atau stroke

- ACE Inhibitor: Obat ini bekerja dengan menghambat hormon Angiotensin II sebagai pemicu penyempitan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.


3. Operasi


Bahaya Angin DudukSource : healthline.com
Tindakan Operasi untuk Angina Pektoris

Jika gejala angina pektoris tidak mereda, tindakan operasi dapat disarankan

Jadi, angina pektoris tidak mesti muncul pada malam hari ya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan anda tentang pentingnya  menjaga kesehatan jantung.