Amondawa, Suku yang Tidak Mengenal Konsep Waktu

Feb 6, 2020 5:00 AM

Waktu atau masa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Konsep skala waktu yang kita kenal adalah detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan lain-lain.

Sekelompok ilmuwan menghabiskan waktu bersama sebuah suku di pedalaman Brasil, di mana semua orang tidak memiliki usia dan tidak mengenal kata-kata ‘bulan’ ataupun ‘tahun’. Mereka adalah suku Amondawa yang tinggal di wilayah terpencil sekitar Hutan Amazon di Rondonia. Profesor Chris Sinha dari University of Portsmouth mengklaim inilah kali pertama ilmuwan bisa membuktikan bahwa ‘waktu’ bukanlah konsep universal bagi manusia, seperti yang diperkirakan sebelumnya.

Baca Juga: Sisi Lain Suku Maya, Membayar Pajak Menggunakan Cokelat?

“Untuk orang-orang Amondawa, waktu tidak hadir dalam cara yang sama seperti kebanyakan orang,” ujar Sinha seperti dikutip Daily Mail. “Kini kita bisa mengatakan masih ada setidaknya satu bahasa dan budaya yang belum memiliki konsep waktu sebagai sesuatu yang bisa diukur, dihitung atau dibicarakan secara abstrak,” lanjutnya.


Amondawa, Suku yang Tidak Mengenal Konsep Waktu Suku yang tidak mengenal usia dan satuan waktu seperti bulan dan tahunSource: indigenasbrasileiros.blogspot.com
Suku Amondawa

Tapi bukan berarti suku Amondawa adalah orang-orang yang terasing dari waktu. Hanya saja mereka lebih mengenal ‘kejadian’, bukannnya melihat kejadian itu sebagai sesuatu yang terkait dengan waktu.  Tim peneliti, termasuk ahli bahasa Wany Sampaio dan antropolog Vera da Silva Sinha, menghabiskan delapan pekan bersama suku Amondawa untuk mencari tahu bagaimana mereka menggambarkan konsep waktu seperti ‘pekan depan’ atau ‘tahun lalu’.

Baca Juga: Dari Afrika Hingga Indonesia, Inilah Suku di Dunia yang Punya 'Superpower'

Mereka pun menemukan bahwa suku Amondawa tidak memiliki konsep seperti itu. Orang-orang Amondawa hanya mengenal konsep siang dan malam atau musim hujan dan musim kering. Selain itu, tim peneliti pun menemukan bahwa anggota komunitas Amondawa tidak memiliki usia. Untuk menggambarkan lama kehidupan yang telah mereka jalani, suku Amondawa akan mengubah nama mereka. Contohnya, seorang anak akan memberikan namanya kepada saudara mereka yang baru lahir untuk kemudian mencari nama baru.

Suku Amondawa pertama kali bersentuhan dengan ‘dunia luar’ pada 1986 lalu. Namun orang-orang Amondawa sebenarnya bukan komunitas yang benar-benar tertutup terhadap peradaban modern. Terbukti, meski terus menjalani hidup sederhana dengan berburu, memancing dan bertani, mereka juga sudah mengenal listrik dan televisi. Bukan hanya itu, suku Amondawa kini juga sudah mengadopsi bahasa Portugis dan mulai jarang menggunakan bahasa tradisional mereka.

Baca Juga: Bumerang, Senjata Unik Suku Aborigin yang Ditemukan Secara Tak Sengaja