Amankah Mengonsumsi Makanan Bertopping Emas? Begini Penjelasan Ahli

Aug 5, 2019 5:00 AM

Bertumbuhnya indutri makanan di Indonesia membuat banyak produsen mengeluarkan jenis dan bahan – bahan makanan terbaru. Hingga saat ini sudah banyak jenis olahan dan campuran makanan yang beredar di masyarakat. Bahkan yang paling menohok bagaimana emas bisa menjadi bagian dari makanan yang akan kamu konsumsi. Seperti yang kita ketahui bahwa emas adalah salah satu jenis perhiasan yang biasanya bukan untuk dimakan.

Maraknya makanan dengan campuran emas membuat banyak orang bertanya “apakah aman makan dengan bahan campuran emas?”. Tentu jika secara normal kita akan berpikir tidak mungkin mengonsumsi emas dan menjadikan itu campuran makanan apapun. 

Baca Juga: Kok Emas Bisa Jadi Barang yang Berharga? Ternyata, Ini Sebabnya!

Namun, yang terjadi saat ini banyak orang yang ingin mencoba dan menggandrungi makanan dengan campuran emas. Berikut beberapa hal yang bisa membantu kamu untuk menjawab apakah aman mengonsumsi makanan dengan campuran emas.


makanan emasSource: aneh di dunia
Maraknya makanan dengan campuran emas

Pertama, kamu harus tahu bahwa sejak dahulu kala emas sudah digunakan sebagai campuran makanan, mulai dari makanan pada pesta, seperti kue tart yang bercampur emas di Eropa hingga campuran emas pada teh hijau di Jepang. Menurut para ahli, kegiatan atau cara mengonsumsi emas yang benar tidak akan berpengaruh buruk terhadap kamu dan kesehatan.

Baca Juga: Ternyata, 5 Bahan Makanan dari Tanaman Ini Bisa Picu Kekeringan Air

Tahukah kamu saat kamu mengonsumsi makanan dengan campuran emas biasanya emas tersebut mengandung 23-24 karat? Tentu saja yang digunakan bukan campuran emas asli yang mengandung racun dan berbahaya untuk tubuh. Alexander Oppenheimer yang adalah seorang ahli nutrisi dari New York, mengatakan emas 23 – 24 karat  itu sama saja seperti kamu memakan cincin emasmu sendiri. Namun, yang jelas berbeda kandungan dengan cincin emasmu dan apa yang bisa dimakan.


makanan emasSource: wowkeren
Emas yang digunakan disebut E-175

Emas yang biasa digunakan untuk campuran makanan disebut E-175. Jenis ini didapatkan dari European Food Safety Administration yang menemukan kandungan emas pada makanan ternyata hanya sekedar pewarna makanan saja. Waktu itu muncul sejak 1975 untuk pertama kalinya para ilmuwan melakukan uji kelayakan dan dilanjutkan lagi pada 2015 karena mulai marak lagi makanan dengan campuran emas.

Kandungan emas akan langsung dibuang tubuh sebagai limbah. Hal yang biasa kita ketahui adalah bagaimana makanan dicerna lalu melewati semua saluran pencernaan sehingga bisa diserap. Berbeda dengan emas, tubuh tidak akan menyerap kandungan ini dan langsung ditempatkan sebagai limbah. Hal yang perlu diperhatikan adalah seberapa banyak kamu mengonsumsi emas karena semua bergantung dari jumlah, besar, dan lain sebagainya.

Baca Juga: 5 Makanan Ekstrem Korea Selatan, Yakin Berani Coba?

Secara sederhana kamu tetap bisa mengonsumsi emas dengan takaran dan pengolahan yang baik dan benar. Tentu saja emas dengan sebagai daya tarik tersendiri pada makanan tetap bisa kita konsumsi. Apakah kamu pernah punya pengalaman mengonsumsi emas?