Alasan Di Balik Spanduk Pecel Lele yang Selalu Sama

Jul 11, 2019 7:00 AM

Pecel lele adalah makanan dengan bahan dasar ikan lele dipadukan dengan sambal dan sayuran lalapan ini merupakan salah satu makanan dengan banyak peminat di Indonesia. Maka tak heran kita kerap melihat gerainya ada di mana-mana.

Selain lezat dan digandrungi banyak orang, ada beberapa keunikan yang ditemui oleh pedagang pecel lele. Salah satunya adalah spanduk yang digunakan. Disadari atau tidak tetapi mulai dari bentuk dan tulisan yang ada di spanduk pecel lele hampir sama hanya saja dibedakan dengan nama pemilik warung tersebut.

Jika kamu mulai menyadarinya kemungkinan spanduk pecel lele akan berwarna dasar putih dengan hiasan gambar ikan lele, ayam, dan bebek. Lalu banyak juga spanduk yang hingga saat ini berbahan kain dan melakukan proses melukis untuk menuangkan ilustrasi tersebut.

Baca Juga: Ini Sejarahnya Orang Indonesia Suka Makan Pecel Lele


spanduk pecel leleSumber foto: agen87
Hal ini secara doktrin akan mempengaruhi alam bawah sadar kita untuk tidak membedakan warung satu dengan lainnya.


Tanpa mengurangi makna dari spanduk pecel lele, tetapi disadari atau tidak spanduk menjadi hal pertama yang kita lihat sesaat sampai di warung pecel lele. Hal ini secara doktrin akan mempengaruhi alam bawah sadar kita untuk tidak membedakan warung satu dengan lainnya. Ini bisa jadi salah satu alasan mengapa spanduk pecel lele selalu sama.

Namun, ada hal yang membedakan juga. Pertama adalah mempertahankan tradisi. Pecel lele adalah makanan yang sejak dahulu sudah ada di Indonesia, makanan ini murni berasal dari Indonesia. Pertama kali makanan ini muncul di Lamongan pada tahun 1960. Saat itu berbeda dengan saat ini nama warung ini terkenal dengan pecek lele. Makanan ini dijadikan pelengkap makanan lainnya yaitu soto Lamongan. Hal itu juga yang mendasari mengapa di warung soto Lamongan memiliki menu pecel lele.

Setelah 10 tahun, makanan ini sangat terkenal dan digemari banyak orang di Lamongan banyak orang melakukan penjualan ke kota lain. Dimulai dari Jogja, Bandung, Surabaya, hingga ke Jakarta. Entah apa yang terjadi saat beranjak penjualan ke luar daerah Lamongan nama berubah menjadi pecel lele.

Baca Juga: Kenapa Banyak Orang Indonesia yang Tak Bisa Hidup Tanpa Nasi? Ini Sejarahnya!


spanduk pecel leleSumber foto: yukepo
Setelah 10 tahun, makanan ini sangat terkenal dan digemari banyak orang di Lamongan banyak orang melakukan penjualan ke kota lain.

Lambat laun berkembangnya warung ini di seluruh Indonesia banyak orang yang hadir dan mengatas namakan diri sebagai komunitas yang berkaitan dengan pecel lele. Saat itu di Bekasi tepatnya banyak member komunitas pecel lele pada tahun 1970 menggunakan spanduk dan mulai menetapkan standar buatan saat itu. Saat itu disetujui untuk menjaga kekhasan pecel lele sendiri dan konsistensi pada warung pecel lele minimal kompak di seluruh Bekasi, sehingga mudah diingat.

Mengapa kain? Hal ini berdasarkan kekuatan yang lebih lama dibandingkan bahan lainnya. Meski memiliki kelemahan karena tidak bisa memantulkan cahaya dari luar warung sebagai tanda warung itu sudah buka. Akibatnya tulisan yang berbehan dasar chat mudah pudar dan orang kesulitan melihat. Sementara print dari kualitas spanduk digital juga tidak tahan lama dan berbekas saat setelah dilipat.

Baca Juga: Mengintip Rahasia di Balik Rumah Makan Masakan Padang yang Wajib Kamu Ketahui

Warna yang cerah akan membantu orang dengan mudah melihat warung pecel lele yang banyak di pinggir jalan. Warna kuning, hijau, hingga merah pasti kita sering lihat di berbagai spanduk pecel lele. Ini sangat membantu para pedagang meski tidak memiliki penerangan yang cukup. (gn)