Ada Orang Meninggal, Haruskah Pasang Bendera Kuning?

Jan 9, 2019 7:48 PM


Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki banyak budaya dan tradisi. Tak sedikit masyarakat Indonesia yang masih berpegang teguh terhadap nilai-nilai leluhur. Tak heran berbagai macam perayaan dan kegiatan masih terus terjaga dari dulu hingga sekarang. Mulai dari persoalan hidup sampai urusan kematian, Indonesia memiliki kebiasaan yang kerap dijadikan sebagai kepercayaan.

Image result for bendera kuning orang meninggal

Pemasangan bendera kuning merupakan salah satu dari sekian banyak tradisi yang sering dilakukan orang Indonesia khususnya Jakarta dan Jawa Barat. Sejak dulu masyarakat Indonesia memang terbiasa memasang bendera kuning saat seseorang ada yang meninggal. Bila biasanya kesedihan dilambangkan dengan warna hitam, orang Indonesia lebih memilih warna kuning sebagai lambang duka.

Pemilihan warna kuning memang tidak disengaja. Mulanya bendera kuning dijadikan sebagai simbol penderitaan masyarakat Indonesia pada masa kolonial Belanda. Bendera kuning pada masa itu dibubuhi lambang uruf Q yang berarti Quarantine. Dulu, pemasangan bendera kuning dijadikan sebagai tanda wabah penyakit yang mematikan. Sejumlah orang lantas dikarantina untuk mendapatkan perawatan. Tapi sayang, banyak penduduk yang meninggal akibat terjangkit wabah tersebut. Setiap ada seseorang yang meninggal akibat wabah mematikan itu langsung dipasang bendera kuning.

Hingga saat ini pemasangan bendera kuning masih terus dilakukan, padahal wabah penyakit itu sudah tidak ada lagi. Mungkin sudah menjadi kebiasaan atau tradisi memasang bendera kuning di depan rumah saat ada yang meninggal. Sebagai negara yang didominasi oleh umat muslim, kehadiran bendera kuning sebenarnya tidak memiliki arti apapun. Sekedar pemberitahuan bahwa di rumah ini sedang berduka. Bendera kuning sendiri merupakan kertas minyak berwarna kuning polos yang dipotong persegi panjang kemudian di lekatkan pada sebuah bambu atau kayu.

Lain halnya, bila selama ini warna putih dijadikan sebagai lambang kesucian, beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan dan Papua, lebih sering menggunakan bendera berwarna putih sebagai lambang kematian. Begitu pula dengan Yogyakarta dan Solo yang lebih sering menggunakan warna merah sebagai simbol kematian. Tak hanya dipasang di depan rumah, bendera kuning juga dipasang di sejumlah titik lingkungan terdekat rumah. Hal ini dilakukan agar memudahkan para pelayat.

Bagi masyarakat, kehadiran bendera saat ada orang meninggal tidak memiliki makna khusus. Maklum masih ada saja masyarakat Indonesia yang mengait-kaitkan dengan unsur-unsur mistis. Kebiasaan masyarakat yang masih percaya nilai leluhur kerap disalahartikan hingga kerap menimbulkan keresahan.

Kalaupun enggak ada bendera ya, enggak apa-apa. Masih ada toa masjid atau mushola yang siap memberitahu kamu kalau ada orang yang meninggal. Apalagi teknologi makin canggih, WhatsApp, Instagram, Facebook dan sosial media lainnya bisa kamu manfaatkan untuk memberitahu kalau ada yang meninggal. Berubah menjadi modern-kan boleh saja, asal tidak mengurangi norma kesopanan pada orang lain khususnya keluarga yang ditinggalkan.(red)