Apa Benar Laki-laki Lebih Sering Kentut Daripada Perempuan?

Jul 20, 2019 10:11 AM

Kentut tidak dipengaruhi oleh gender laki-laki atau perempuan. Sering atau tidaknya seseorang kentut lebih dipengaruhi oleh bagaimana kondisi saluran pencernaannya, jika kondisinya baik-baik saja pasti setiap hari kentut. Bunyi kentut yang seringkali membuat malu jika muncul secara tiba-tiba juga tidak dipengaruhi oleh gender. Menurut dr. Ari, ada atau tidaknya bunyi pada kentut lebih dipengaruhi oleh bagaimana akumulasi gas di dalam saluran cernanya. Jika memang akumulasinya banyak, maka bunyi yang dihasilkan oleh seseorang akan menjadi lebih besar. Sebaliknya, jika akumulasi gas dalam tubuh sedikit maka akan kecil kemungkinannya untuk muncul bunyi.

Bunyi tidak berpengaruh juga apakah seseorang itu berjenis kelamin laki-laki atau perempuan. Namun, kembali lagi lebih kepada kondisi saluran cernanya. Wanita yang tidak banyak aktivitas namun kondisi ususnya baik tentu frekuensinya akan berbeda dengan laki-laki yang banyak aktivitas tapi memiliki gangguan pada ususnya. Selain itu, frekuensi kentut juga dipengaruhi oleh pola makan orang tersebut, jika hari itu ia banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gas, maka pasti frekuensi kentutnya lebih sering. Namun, tidak bisa juga dibuat patokan berapa kali normalnya seseorang kentut dalam hitungan per hari.

Baca Juga: Suka Makan Beras Mentah? Hati-hati Kalo Gak Mau Jadi Seperti Ini

Makanan Tertentu yang Tidak Tercerna atau Terserap Sempurna


source https://biologimediacentre.com Makanan tertentu yang tidak tercerna atau terserap sempurnaSource: https://biologimediacentre.com
makanan yang tidak tercerna atau terserap sempurna.

Sebagian kelebihan gas berasal dari hasil pemecahan mikroba dalam pemrosesan makanan, seperti metana, karbondioksida, dan hidrogen atau senyawa lain seperti sulfur yang menyebabkan aroma tidak sedap. Kelebihan gas dapat terjadi ketika tubuh tidak dapat mencerna beberapa karbohidrat karena ketiadaan enzim tertentu dalam usus kecil. Makanan yang tidak tercerna ini kemudian dialihkan ke usus besar, yang kemudian akan diproses menjadi karbondioksida, hidrogen, dan kadang metana, yang kemudian keluar menjadi kentut.

Sebagai contoh, intoleransi laktosa dapat menyebabkan laktosa tidak tercerna sempurna. Laktosa adalah gula alami dalam susu dan produk turunannya seperti keju. Selain sering kentut, gejala lain yang dapat timbul adalah diare dan kram. Menghindari makanan yang mengandung laktosa dapat mengurangi frekuensi kentut dan efek lain yang tidak diinginkan. Mengontrol konsumsi makanan, terutama yang menjadi kemungkinan penyebab sering kentut dapat menjadi salah satu solusi. Mengonsumsi makanan dalam porsi kecil secara teratur lebih baik daripada makan sekali tapi dalam jumlah besar.

Baca Juga: Makna Mendalam dari Sebungkus Nasi Padang yang Dibawa Pulang

Meski umumnya sering kentut tidak berbahaya, tetapi jika frekuensi kentut sudah dirasa berlebihan, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter untuk mengontrol kelebihan gas. Periksakan diri ke dokter jika sering kentut disertai gejala lain yang dirasa mengkhawatirkan seperti diare, konstipasi, darah pada tinja, mual, serta muntah.

Pengobatan Sendiri


source http://farmasiline12.blogspot.com Pengobatan-sendirisource http://farmasiline12.blogspot.com
pengobatan sendiri

Selain itu, kita dapat mengatasi sendiri saat terjadi peningkatan frekuensi kentut pada diri kita. Anda mencoba menganalisis menu makanan Anda. Jika menu tersebut terdiri dari karbohidat yang sulit dicerna, maka saatnya mencampur dengan makanan yang lebih mudah dicerna. Anda bisa memilih karbohidrat seperti kentang, nasi, atau pisang yang lebih mudah untuk dicerna. Mengontrol menu makanan Anda dapat memudahkan Anda dalam menemukan penyebab dari kentut berlebihan. Selain itu, Anda juga bisa membagi waktu makan menjadi enam kali dengan porsi kecil, dibandingkan tiga kali dengan porsi besar.

Baca Juga: Ini Sejarahnya Orang Indonesia Suka Makan Pecel Lele

source https://www.istockphoto.com
kentut pada pria

Apakah Anda senang mengunyah permen karet atau merokok? Anda harus menghentikannya terlebih dahulu untuk mengurangi kentut berlebihan. Jika Anda sedang berhenti merokok dengan menggunakan alternatif mengunyah permen karet, sayang sekali Anda harus mencoba cara lainnya. Tapi tenang saja, jangan merasa putus asa. Kentut adalah sesuatu yang alami, namun segala sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik.