7 Alasan Kenapa Harga Ebook Lebih Mahal Ketimbang Buku Cetak

July 10, 2019 7:00 AM

Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini, banyak orang yang mulai beralih ke ebook ketimbang membaca dengan menggunakan buku cetak. Beragam alasan diungkapkan kenapa orang-orang mulai beralih menggunakan ebook mulai dari kepraktisan, ringan, tidak merepotkan, dan bisa menghindari tangan terluka akibat paper cut.

Akan tetapi jika diperhatikan harga ebook saat ini ternyata jauh lebih mahal ketimbang buku cetak. Hal itu nyatanya juga berlaku bagi beberapa ebook resmi yang dijual di beberapa e-commerce.

Kondisi ini nyatanya kerap membuat kita bertanya-tanya: kok bisa ebook harganya lebih mahal padahal tidak membutuhkan kertas serta biaya pengiriman seperti buku cetak? Selidik punya selidik, ternyata ada beberapa alasan kenapa harga ebook lebih mahal ketimbang buku yang selama ini kita kenal. Simak yuk ulasannya.

1. Biaya pembuatan buku cetak tidaklah mahal

Buku cetak.Source: canadiangeographic.ca
Buku cetak.

Selama ini kebanyakan orang mengira bahwa untuk mencetak sebuah buku dibutuhkan biaya yang tidak murah pasalnya harus menggunakan material kertas sebagai bahan utamanya. Namun anggapan tersebut ternyata salah. Pasalnya untuk mencetak satu buah buku cetak biaya produksinya tak lebih dari 50 ribu rupiah tergantung dari ketebalan serta jenis tinta yang digunakan.

Nah, adapun penyebab harga buku yang dijual di pasaran lebih mahal karena dalam proses pemasarannya membutuhkan biaya komisi untuk penulis, editor, hingga penulis. Hal itu juga berlaku bagi ebook sehingga harga yang ditawarkan juga tak bisa lebih murah ketimbang buku cetak.

2. Metode penetapan harga yang berbeda

Ebook.Source: komando.com
Ebook.

Ebook selama ini dikenal memiliki metode penetapan harga yang berbeda dengan buku cetak. Umumnya buku cetak yang dilepas ke pasaran akan dijual setengah harga ke pihak pengecer. Kemudian para penjual biasanya memasarkan buku tersebut sesuai dengan harga yang mereka sukai atau dengan perjanjian tertentu dengan pihak produsen.

Adapun ebook selama ini menggunakan sistem agensi, yang artinya pihak pengecer tak memiliki hak untuk menentukan harga. Biasanya harga yang dijual ke konsumen ditentukan oleh pihak penerbit. Umumnya para penerbit akan mendapatkan 70 persen dari harga jual, sementara sisanya menjadi keuntungan para pengecer. Namun biasanya pembagian persentase pembagian keuntungan berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya.

3. Ebook lebih mahal karena menawarkan kenyamanan

Orang membaca ebook.Source: stocksy.com
Orang membaca ebook.

Seperti yang disinggung sebelumnya, salah satu faktor yang membuat orang-orang mulai beralih ke ebook lantaran menawarkan kenyamanan yang tak dimiliki oleh buku cetak. Bukan hanya tak merepotkan ketika akan dibawa, namun ebook ternyata mudah sekali untuk dipesan.

Baca juga: Nikmati Pengalaman Menginap dalam Toko Buku di ‘Book and Bed’, Tokyo

Caranya cukup mudah, kalian tinggal mengunjungi situs yang menjual ebook, melakukan pembayaran, setelah selesai tinggal download ke perangkat PC atau ponsel. Untuk membeli ebook kalian juga tak perlu menunggu ketersediaan stok dari gudang. Hal ini pula yang membuat penggemar ebook rela mengeluarkan uang untuk membelinya.

4. Ebook tidak akan rusak

Ebook bertahan selamanya.Source: zmescience.com
Ebook bertahan selamanya.

Bagi penggemar buku cetak, salah satu hal yang paling menyebalkan adalah ketika buku kesayangan kalian robek atau rusak karena berbagai sebab seperti terkena tumpahan air, atau bahkan hilang.

Lain halnya dengan ebook, kalian tak akan mengalami semua masalah tersebut. Namun dengan catatan selama kalian memiliki melakukan back up dengan benar yang artinya ebook akan bertahan selama-lamanya. Karena alasan ini pula ebook dijual lebih mahal ketimbang buku biasa.

5. Hampir semua penerbit ebook memiliki ikatan dengan buku cetak

Tumpukan buku cetak.Source: aarp.org
Tumpukan buku cetak.

Para penerbit ebook berskala besar umumnya memiliki ikatan sendiri dengan buku cetak yang membuat nama mereka menjadi besar. Karena itu pula para penerbit tetap menginginkan masyarakat masih bergantung pada buku cetak dengan cara membuat harga ebook tidak lebih murah ketimbang produk andalannya tersebut.

6. Pajak produk digital

Membeli ebook.Source: businessinsider.com
Membeli ebook.

Di beberapa negara ternyata memiliki peraturan terkait pajak bagi produk digital termasuk ebook. Misalnya saja di Inggris, pajak yang dikenakan bagi ebook mencapai 20 persen dari harga jualnya. Jadi jangan heran jika membeli ebook di sana jauh lebih mahal ketimbang negara lainnya.

Baca juga: Tsundoku: Hobi Beli Buku Tapi Tidak Pernah Dibaca, Ada yang Begitu?

Lain halnya dengan Inggris, di Indonesia belum memiliki aturan yang jelas terkait produk digital. Artinya penggemar ebook di Indonesia masih bisa menikmati produk ini tanpa dikenakan pajak.

7. Di masa depan, harga ebook diprediksi lebih murah

ebook.Source: thurrott.com
Ebook.

Seiring dengan kemajuan teknologi, ke depannya diprediksi akan muncul penulis-penulis indie yang menerbitkan ebook tanpa bantuan penerbit. Artinya jika kondisi ini terjadi maka akan membuat para penerbit akan menurunkan harga ebook untuk menjaga kelangsungan usaha mereka.