6 Fakta Unik Greenland, Pulau Terbesar di Dunia yang Tak Lagi Hijau

Aug 10, 2019 8:00 AM

Jika kita mendengar kata Greenland maka akan terbayang sebuah pulau besar yang terletak dekat dengan Kanada. Pulau ini dinobatkan sebagai pulau terbesar di dunia bahkan luas wilayahnya tak jauh berbeda benua Australia.

Di balik bentang wilayahnya yang sangat luas, ternyata Greenland menyimpan 6 fakta unik yang jarang diketahui oleh banyak orang. Apa saja kah itu? Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

1. Nama pulau tak sesuai dengan kenyataan


Greenland yang tak lagi hijau.Source: pulitzercenter.org
Greenland yang tak lagi hijau.

Secara harfiah, Greenland bisa diartikan sebagai tanah atau daratan yang hijau. Artinya jika melihat dari nama yang digunakan maka pulau ini seharusnya terlihat hijau lantaran ditumbuhi oleh berbagai macam tanaman. Namun, pada kenyataannya hampir 80% dari luas pulau ini justru tertutup oleh salju. Alhasil banyak orang yang mulai membandingkan pulau ini dengan Iceland yang justru memiliki bentang alam lebih hijau.

Baca Juga: Peneliti Skotlandia Temukan Bukti Pulau Buatan Tertua di Dunia

Sebenarnya tak ada yang salah dengan penamaan Greenland. Pasalnya pertama kali nama itu digunakan oleh seorang pemimpin bangsa Viking bernama Erik Thorvaldsson sebagai orang pertama yang mendarat di pulau ini pada 982 Masehi. Nah, pada saat ditemukan pulau ini memiliki suhu yang cukup hangat sehingga memiliki bentang alam yang masih hijau.

2. Luas wilayah tak sebanding dengan jumlah penduduk


Penduduk Greenland.Source: visitgreenland.com
Penduduk Greenland.

Greenland sendiri memiliki luas sekitar 2.166.086 kilometer persegi dan menjadi pulau terbesar yang ada di dunia ini. Namun, dengan wilayah seluas itu, pulau ini justru hanya dihuni oleh 57.000 jiwa saja. Penyebabnya tak lain karena suhu di pulau ini yang sangat dingin sehingga sebagian besar wilayahnya tertutup salju hingga es tebal. Bahkan hanya sekitar 410 kilometer persegi saja yang bisa dihuni oleh manusia.

3. Greenland bukan benua


Greenland bukan termasuk benua.Source: nasa.gov
Greenland bukan termasuk benua.

Jika dilihat sekilas di peta, maka luas Greenland ternyata tak jauh berbeda dengan Australia. Namun, pulau ini tak bisa dikategorikan sebagai sebuah benua. Kenapa?

Yang harus diingat bahwa untuk menentukan sebuah pulau masuk ke dalam kategori benua atau bukan tidak didasarkan pada luas wilayahnya semata. Namun, sebuah pulau layak untuk dinamakan benua jika lempeng tektonik yang dimilikinya terpisah dari daratan yang lebih besar di sekitarnya.

Baca Juga: Mengintip Keindahan Pulau Bawah, Surga Tersembunyi Bagi Para Jutawan

Lempeng tektonik Greenland sendiri nyatanya masih bersatu dengan benua Amerika di bagian utara. Sementara Australia memiliki lempeng tektonik sendiri yang artinya sudah terpisah dari daratan Asia.

4. Komposisi penduduk dan sumber pendapatan


Penduduk Greenland.Source: visitgreenland.com
Penduduk Greenland.

Dari 57 ribu jiwa penduduk Greenland, sebanyak 12 persen di antaranya merupakan orang keturunan Danish atau Denmark dan sisanya berasal dari Suku Inuit. Adapun sebagian besar penduduknya tinggal di ibukota Nuuk.

Sementara itu, sumber pendapatan Greenland sekitar dua pertiganya masih berupa bantuan Denmark dan sisanya diperoleh dari mata pencaharian utama penduduk di sana, yakni memancing.

5. Iklim yang sangat dingin


Iklim Greendland sangat dingin.Source: news.yahoo.com
Iklim Greendland sangat dingin.

Lantaran 80 persen wilayahnya tertutup oleh salju, maka tak mengherankan jika Greenland memiliki suhu yang sangat dingin. Bahkan di wilayah pesisir utara pulau iklimnya jauh lebih menggigil dibandingkan dengan wilayah lainnya di mana pada musim panas saja suhunya masih sekitar 0 derajat celcius. Untuk wilayah selatan dan ibukota Nuuk suhunya lebih bersahabat.

Baca Juga: Alasan Mengapa Bali Jadi Tempat Wisata yang Paling Digemari Bule

6. Greenland memiliki kualitas udara terbaik di dunia


Memiliki kualitas udara sangat baik.Source: corporate.greenland.com
Memiliki kualitas udara sangat baik.

Sedikitnya populasi manusia yang tinggal di Greenland membuat pulau ini tak punya sumber daya manusia yang melimpah. Alhasil tak akan dijumpai pusat perindustrian, seperti pabrik-pabrik di sana. Kondisi ini membuat pulau ini memiliki kualitas udara yang bersih dan bebas dari polusi.

Meski wilayahnya tertutup salju dan es tebal, namun udara di sana cukup kering sehingga membuat penduduknya tak menemui kesulitan untuk menghirupnya. Tapi dengan temperatur sedingin itu tetap saja bisa membuat manusia kedinginan.