Inilah 5 Negara Yang Nyatakan Perang Pada Makanan Cepat Saji, Indonesia Kapan?

June 14, 2019 5:00 AM

Makanan cepat saji atau lebih dikenal dengan sebutan fast food selama ini dikenal sebagai sajian yang banyak dikonsumpsi oleh jutaan orang diseluruh dunia. Kebanyakan orang yang mengkonsumsi makanan jenis ini lantaran dianggap lebih enak, murah, serta praktis alias tak repot harus memasak dulu dan menunggu lama.

Tak cuma itu, jumlah populasi manusia yang terus bertambah di muka bumi membuat makanan cepat saji kerap menjadi pilihan utama lantaran memiliki berbagai keunggulan dalam hal penyajian. Tapi fast food sendiri nyatanya bukanlah jenis makanan yang menyehatkan bagi tubuh manusia jika terlalu sering dikonsumsi. Berbagai penyakit berbahaya mengintai, mulai dari obesitas hingga serangan jantung.

Tak heran jika beberapa negara di dunia sudah menyatakan perang dengan makanan cepat saji dan memaksa warganya untuk beralih pada pola makan yang lebih sehat. Dilansir dari economictimes.indiatimes.com, berikut lima negara yang dimaksud:


1. Amerika Serikat


Ilustrasi orang mengkonsumsi makanan cepat sajiSource: healthline.com
Dua pertiga dari jumlah populasi manusia di Amerika Serikat mengalami obesitas karena makanan cepat saji.

Dua pertiga dari jumlah populasi manusia di Amerika Serikat mengalami obesitas karena makanan cepat saji. Tak heran jika New York saat ini telah melakukan upaya pencegahan dengan memperkenalkan peraturan Soda Ban. Aturan Soda Ban sendiri melarang penjualan aneka minuman ringan dengan volume gula 16 ons.

Baca Juga: Hindari 5 Makanan Ini Jika Ingin Punya Wajah Mulus Tanpa Jerawat

Hanya saja aturan ini ruang lingkupnya masih sangat terbatas lantaran tak berlaku bagi setiap jenis minuman yang dijual di pasar swalayan serta minimarket.


2. Australia


Junk foodSource: thecake.in
Pemerintah Australia menerbitkan pedoman diet yang memaksa masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang lebih sehat

Lain lagi di Australia. Di negara ini, Koalisi Kebijakan Obesitas Australia telah meminta penerapan pajak lemak terhadap sejumlah makanan cepat saji termasuk junk food. Penyebab dari usulan penerapan peraturan ini tak lain karena dua pertiga dari penduduk Australia ternyata mengalami kelebihan berat badan yang disebabkan oleh makanan cepat saji. 

Bahkan seperlima dari jumlah tersebut bukan hanya mengalami obesitas namun juga disertai dengan gejala hipertensi atau tekanan darah tinggi. Untuk mengakomodir langkah-langkah tersebut, pemerintah di sana lantas menerbitkan pedoman diet yang memaksa masyarakat untuk mengkonsumsi makanan yang lebih sehat.


3. Norwegia


Ilustrasi orang mengkonsumsi junk foodSource: trendsnutrition.com
Di Norwegia anak-anak di bawah 16 tahun dilarang mengkonsumsi jenis makanan yang satu ini

Norwegia bisa disebut sebagai negara yang paling memerangi makanan cepat saji. Pasalnya di negara ini diberlakukan aturan tegas dengan mengenakan pajak minuman manis, junk food, dan sangat membatasi ketersediaannya bagi anak-anak. Bahkan pada saat ini aturan tersebut sudah benar-benar diterapkan oleh para pelaku industri dan pemerintah di mana anak-anak di bawah 16 tahun dilarang mengkonsumsi jenis makanan yang satu ini.

Baca Juga: Inilah Bakteri yang Wajib Diwaspadai dari Sepiring Nasi Goreng


4. Prancis


Ilustrasi minuman sodaSource: foodrevolution.org
Prancis sendiri empat tahun yang lalu telah mengeluarkan peraturan terkait penerapan pajak atas minuman manis

Prancis sendiri empat tahun yang lalu telah mengeluarkan peraturan terkait penerapan pajak atas minuman manis yang dijual bebas di pasaran. Kebijakan tersebut nyatanya sangat efektif dalam menekan jumlah penjualan minuman ringan. Bukan hanya minuman, pemerintah Prancis juga mencoba untuk menyerang industri makanan cepat saji untuk membatasi konsumsinya. Tak tangung-tanggung, pemerintah Prancis menerapkan pajak sebesar 20% bagi semua produk fast food.


5. Jepang


Junk foodSource: manchestersfinest.com
Untuk menekan jumlah obesitas, pemerintah Jepang menerbitkan aturan Metabo

Jepang dari dulu dikenal sebagai negara yang masyarakatnya menerapkan pola hidup sehat terutama dari makanan yang mereka konsumsi. Namun tingginya angka obesitas membuat pemerintah di sana terpaksa menerapkan aturan bernama Metabo pada 2008 silam.

Baca Juga: Hati-Hati! Ini Lima Makanan yang Sebabkan Depresi

Dalam aturan tersebut, pemerintah memberlakukan hukuman yang sangat keras pada perusahaan serta otoritas sipil andai mereka gagal dalam memenuhi target yang telah ditentukan. Pemberlakukan aturan Metabo ternyata sangat efektif. Pasalnya tingkat obesitas di Negeri Matahari Terbit turun hingga 3,5 persen atau salah satu level terbaik di dunia.