Jadi Menteri, Nadiem Makarim Mundur dari Gojek

Oct 21, 2019 4:30 AM

Salah satu pendiri moda transportasi daring Gojek, Nadiem Makarim, menerima tawaran sebagai menteri dari Presiden Joko Widodo. Nadiem tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 10:15. Dikabarkan akan menempati posisi sebagai Menteri Ekonomi Digital, Nadiem masih enggan menyebut posisi menteri yang ditawarkan kepadanya dalam Kabinet Jokowi Jilid 2.

"Posisi spesifik nanti akan diumumkan sendiri oleh presiden," kata Nadiem kepada pers, Senin (21/10).

Nadiem mengatakan bahwa dirinya bersama Presiden Jokowi membahas tentang visi dan inovasi yang dapat dilakukan pemerintah kedepan.

Baca Juga: Tiba di Istana, Bos Gojek Nadiem Makarie Jadi Menteri Ekonomi Digital?


Nadiem Makarim tiba di IstanaSource: Antara
Nadiem Makarim tiba di Istana

"Kita mendiskusikan mengenai visi misi ke depannya, hal hal yang lebih mendetail mengenai visi pak presiden mengenai pengembangan SDM, informasi birokrasi, peningkatan investasi, dan lain-lain, jadi butir-butir KPI-KPI pemerintahan selama lima tahun ke depan ini," ujar Nadiem, "sudah pasti dan banyak sekali inovasi yang ingin saya lakukan untuk negara ini tapi saya nggak bisa sebut sekarang."

Ditanya bagaimana soal jabatannya sebagai CEO Gojek, Nadime mengatakan telah mundur dari startup yang didirikan hampir satu dekade lalu. 

Baca Juga: Cinta Otomotif, Ini Deretan Tunggangan Presiden Joko Widodo


Nadime mundur dari GojekSource: Kompas
Nadime mundur dari Gojek

"Posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali. Hari ini sama sekali tidak ada posisi atau kekuasaan apapun di Gojek," ujar Nadiem. 

Baca Juga: Mercedes-Benz S600 Guard, Resmi Menjadi Mobil Dinas Baru Pak Jokowi! 

Sejumlah tokoh diundang Presiden ke istana untuk membahas posisi menteri dalam kabinet baru pemerintahan. Sejumlah tokoh yang datang ke istana menemui Presiden, antara lain Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, mantan ketua MK Mahfud MD, Komisaris Utama Netmediatama Wishnutama, dan pengusaha atau pendiri Mahaka Group, Erick Thohir.